Menurut Tasdik, Darwono diduga mencoba mengakhiri hidupnya setelah melakukan kekerasan terhadap istrinya. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut oleh penyidik.
Saat ini, Darwono menjalani perawatan di RS Bakti Asih Jatibarang sekaligus berada dalam pengamanan kepolisian. Adapun jenazah Tuti telah dibawa ke kamar jenazah RSUD Brebes untuk keperluan pemeriksaan.
“Saat ini pelaku sudah diamankan polisi dan sedang menjalani perawatan di RS Bakti Asih Jatibarang. Pelaku mengalami luka di tangan,” ujar Tasdik.
Kapolsek Jatibarang, AKP Kasam, membenarkan adanya dugaan pembunuhan terhadap Tuti Awaliyah di Desa Bojong. Polisi menduga persoalan kecemburuan menjadi pemicu peristiwa tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), korban mengalami luka akibat senjata tajam di sejumlah bagian tubuh, di antaranya perut, bagian samping badan, dan tangan.
“Saat ini pelaku sudah kami amankan dan mendapat perawatan di RS Bakti Asih. Pelaku luka di bagian tangan, diduga akan bunuh diri setelah membunuh korban,” kata Kasam.
Kasam menambahkan, dugaan sementara motif pembunuhan berkaitan dengan tuduhan perselingkuhan yang dilontarkan pelaku kepada korban. Meski demikian, penyidik masih perlu mendalami rangkaian kejadian serta mengumpulkan bukti untuk memastikan konstruksi perkara.
“Motifnya sementara karena pelaku cemburu,” pungkasnya.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, Darwono dan Tuti selama ini bekerja sebagai pedagang warung tegal (warteg) di Jakarta. Keduanya disebut kerap terlibat pertengkaran sebelum peristiwa yang merenggut nyawa Tuti.
Bahkan, sebelum kejadian di Desa Bojong, korban disebut pernah mengalami insiden bersama pelaku hingga nyaris dibuang di area pemakaman Desa Rajegwesi, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal.













