Namun setelah memasuki masa transisi, masyarakat juga perlu bersiap menghadapi perubahan cuaca yang dapat berlangsung cepat.
BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat agar tetap melakukan langkah antisipasi, termasuk mengoptimalkan pengelolaan air selama musim kemarau serta menyiapkan drainase dan kesiapsiagaan menghadapi banjir maupun longsor ketika musim hujan mulai datang.
Bagi wilayah Brebes dan Tegal yang memiliki kawasan pertanian, permukiman padat, serta jaringan sungai dan saluran irigasi, perubahan musim tersebut menjadi informasi penting untuk menentukan langkah antisipasi.
Artinya, meski hujan mulai kembali turun di sejumlah lokasi, masyarakat tidak serta-merta dapat menganggap musim kemarau telah berakhir sepenuhnya.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan prakiraan cuaca dan informasi iklim terbaru melalui kanal resmi BMKG karena kondisi dapat berubah sesuai dinamika atmosfer.
Musim Hujan 2026/2027 Segera Datang, Brebes dan Tegal Masih Waspada Kekeringan

Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Sejumlah ekonom menyoroti besarnya penyerapan ruang fiskal untuk program MBG dan KDMP. Keterbatasan anggaran dinilai dapat mempersempit kemampuan pemerintah membiayai kebutuhan publik lainnya.

Selain patroli, polisi juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila menemukan atau…

Februari 2027Sementara pada Februari 2027, sebanyak 190 ZOM atau 16,79 persen luas daratan Indonesia diprediksi…

Kebakaran lahan di Kutamendala, Tonjong, Brebes, merambat ke kandang kambing warga. Polisi masih menyelidiki penyebab munculnya api.

Korean Glamping Guci Garden di Tegal menawarkan pengalaman menginap di tengah alam dengan tenda bergaya Korea. Harga mulai Rp550 ribu.







