Hari Kedua Proses Pemadaman Kebakaran Gudang Limbah di Slatri Brebes Temui Kendala

Kebakaran Gudang Limbah
Proses pemadaman kebakaran gudang limbah di Desa Slatri Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes. (Foto: Istimewa)

BREBES – Kebakaran hebat yang melanda gudang penyimpanan limbah non-B3 di Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, belum padam meski telah berlangsung lebih dari 24 jam. Hari kedua proses pemadaman hingga pukul 19.00 WIB, api di sejumlah titik masih berkobar, Minggu (9/8/2026).

Petugas gabungan mengaku kesulitan memadamkan api karena ada sejumlah kendala. Kendala ini membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama. Asap hitam pekat masih tebal membumbung tinggi lantaran bahan yang terbakar merupakan karet limbah sepatu.

Kepala Pos Damkar Brebes, Sugiarto mengatakan, hingga pukul 19.00 WIB proses pemadaman di hari kedua, titik api yang belum bisa dipadamkan sekitar 40 persen dari luasan satu hektar bagian yang terbakar.

“Masih ada sekitar 40 persen yang belum bisa dipadamkan. Tumpukan karet yang masih terbakar ada di sisi bagian utara. Angin kencang juga membuat kobaran api makin meluas,” kata Sugiarto, Minggu malam.

Dia melanjutkan, sejumlah kendala menjadi faktor lamanya proses pemadaman. Termasuk suplai air dari sumber yang berjarak tiga kilometer dari lokasi kebakaran. Keterbatasan alat pelindung diri (APD) dan peralatan pemadaman, termasuk armada pemadam kebakaran.

Kebakaran hebat yang melanda gudang penyimpanan limbah non-B3 di Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, belum juga sepenuhnya padam meski telah berlangsung lebih dari 24 jam.

Kobaran api masih terlihat di sejumlah bagian gudang yang berlokasi di jalan raya Ketanggungan-Jatibarang itu hingga Minggu (9/8/2026) malam.

Petugas gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mengendalikan api yang membakar material limbah berupa karet, plastik, serta outsol atau bahan alas bawah sepatu.

Kebakaran pertama kali dilaporkan terjadi pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Api dengan cepat membesar karena material yang tersimpan di dalam gudang merupakan bahan yang mudah terbakar.

Gudang tersebut diketahui merupakan tempat penyimpanan bahan baku limbah non-B3 dan belum beroperasi sebagai pabrik. Lokasinya memiliki luas sekitar dua hektare dan disebut milik PT Anisa Jaya Utama.

Baca Juga:  Gegara Puntung Rokok, Kios Bensin Eceran hingga Toko Parfum di Brebes Terbakar