Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026–2031, Ini Tiga Fokus Utama Kepemimpinannya

KH Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031
KH Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031. (Foto: Dok Ponpes Tebuireng)

JAKARTA — KH Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang tersebut menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemandirian organisasi, mempercepat modernisasi tata kelola, serta menguatkan peran NU dalam mengawal isu kebangsaan dan keumatan.

Proses pemilihan berlangsung khidmat dan demokratis. Dukungan luas dari jajaran Pengurus Wilayah (PWNU) serta Pengurus Cabang (PCNU) se-Indonesia menjadi pendorong utama keterpilihan beliau untuk memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia ini selama lima tahun ke depan.

Dalam pidato perdananya usai ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang diberikan oleh para kiai dan warga nahdliyin.

Baca Juga:  Karyawan PT Jia Wei Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos Ketanggungan Brebes

“Amanah ini adalah tanggung jawab besar yang harus dipikul bersama. Fokus utama kita ke depan adalah memperkuat kemandirian ekonomi warga, memantapkan tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel, serta menjaga tradisi keagamaan yang moderat (wasathiyah) di tengah dinamika global,” ujar Gus Kikin.

Sebagai tokoh yang berlatar belakang pengasuh pesantren sekaligus berpengalaman di bidang manajerial, Gus Kikin dinilai memiliki kombinasi ideal antara pemahaman keagamaan yang mendalam (tafaqquh fiddin) dan kapasitas kepemimpinan modern.

Di bawah kepemimpinannya untuk periode 2026–2031, PBNU diproyeksikan bakal memfokuskan pilar gerakannya pada sejumlah agenda strategis:

Baca Juga:  Petani Cimohong Ngotot Minta Ganti Rugi, PT Daehan Global Brebes Minta Tunggu Hasil Uji Lab
  1. Penguatan Pesantren dan SDM: Akselerasi digitalisasi pendidikan berbasis tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah serta peningkatan kualitas lulusan pesantren.
  2. Kemandirian Ekonomi Nahdliyin: Pembentukan ekosistem usaha berbasis komunitas warga dan optimalisasi aset keumatan secara produktif.
  3. Diplomasi Islam Moderat: Memperkuat peran aktif PBNU dalam panggung internasional untuk menyuarakan perdamaian dunia dan kemanusiaan.

Ucapan selamat dan dukungan terus mengalir dari berbagai elemen, mulai dari pimpinan majelis ulama, jajaran pejabat negara, hingga jaringan warga NU di seluruh penjuru Tanah Air dan Mancanegara. Kepemimpinan baru ini diharapkan membawa keberkahan dan dampak nyata bagi kemajuan Jam’iyah Nahdlatul Ulama memasuki abad keduanya.

Baca Juga:  Susun RPJMD 2025-2029, Bupati Brebes: Tingkat Pengangguran dan Kemiskinan Jadi Masalah Utama