Karyawan PT Jia Wei Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos Ketanggungan Brebes

BREBES – Ucok Barus (44), seorang karyawan PT Jia Wei, ditemukan meninggal dunia dalam posisi bersandar di pintu kamar kosnya di Desa Padakaton, Brebes, Minggu (3/5/2026) malam. Korban meninggal diduga akibat serangan jantung kronis.

Suasana Minggu malam di Jalan Baru, Desa Padakaton, Kecamatan Ketanggungan, Brebes, mendadak mencekam. Keheningan di Kos Ayumbi pecah saat seorang penghuni kos menemukan rekan satu atapnya, Ucok Barus (44), sudah tak bernyawa dalam posisi yang memilukan.

Pria asal Serang, Banten itu ditemukan meninggal dengan posisi duduk bersandar di balik pintu kamarnya sekitar pukul 19.30 WIB. Penemuan mayat ini bermula dari kecurigaan tetangga kos yang merasa janggal karena Ucok tak kunjung menampakkan diri sepanjang sore.

Saat saksi pelapor mencoba melongok ke dalam, ia mendapati tubuh kaku Ucok menghalangi pintu. Merasa panik, saksi segera memanggil warga lain, Mursal dan Kamaludin, sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ketanggungan.

Kapolsek Ketanggungan, Iptu Rofik Hidayat, mengonfirmasi penemuan tersebut. Menurutnya, kepolisian segera bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Di dalam kamar korban, Tim Inafis Polres Brebes tidak menemukan tanda-tanda kekerasan, melainkan tumpukan rekam medis dan obat-obatan dari Poli Jantung.

“Korban sering mengeluh sakit jantung. Beberapa saksi bahkan pernah mengantar korban berobat ke RS Derra Asyfa Banjarharjo dan RS Bakti Asih Brebes,” ujar Iptu Rofik saat memberikan keterangan resmi.

Hasil pemeriksaan medis dari RSUD Ir. Soekarno Ketanggungan yang dipimpin dr. Fajriyan memperkuat dugaan tersebut. Tidak ada bekas penganiayaan pada tubuh korban. Kematian dipastikan terjadi karena kekurangan oksigen yang dipicu oleh serangan jantung mendadak.

Ucok Barus, yang tercatat sebagai warga Perum Bumi Ciotra Rahayu, Serang, kini telah dievakuasi. Kepergian buruh harian PT Jia Wei ini menyisakan duka mendalam bagi rekan-rekan kerjanya yang mengenal korban sebagai sosok yang gigih meski harus berjuang melawan penyakit kronis di perantauan.