BREBES – Puluhan warga Desa Rajawetan Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes terpaksa melakukan perbaikan ruas jalan Kutaraja (jalan kabupaten penghubung Desa Rajawetan dan Desa Kutayu) yang rusak parah dikarenakan perbaikan dari pemerintah tak kunjung dilakukan sejak bertahun tahun.
Perbaikan jalan swadaya ini bukan yang pertama kali dilakukan, namun sudah berkali kali dilakukan oleh warga karena jalan ini merupakan jalur utama dan satu satunya akses warga Desa Rajawetan. Aksi perbaikan swadaya ini pun viral di media sosial dan banyak dibagikan oleh warganet.
Kepala Desa Rajawetan Suparjo saat dikonfirmasi membenarkan bahwa warga terpaksa melakukan swadaya perbaikan jalan kabupaten karena sudah lama mengalami kerusakan dan tak kunjung diperbaiki. Swadaya dilakukan sejak pekan lalu, warga mulai kerja bakti bersih-bersih jalan untuk mulai perbaikan.
“Dari kemarin warga sudah kerja bakti hari Sabtu, hari Minggu mulai persiapan material dan hari Senin ini mulai pengecoran,” katanya, Senin (6/4/2026).
Saat melakukan perbaikan swadaya, warga dikejutkan dengan kedatangan Wakil Bupati Brebes, Wurja, bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Brebes. Warga akhirnya berdialog dengan wakil bupati dan perbaikan oleh Pemerintah Kabupaten Brebes akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
“Tadi Pak Wakil Bupati dan dari Dinas PU langsung ke sini, katanya besok langsung didatangkan material untuk pengaspalan jalan,” tambahnya.
Dia menyebutkan tahun 2025 kemarin sudah dijanjikan oleh Pemkab Brebes untuk segera diperbaiki. Warga pun akhirnya geram dan memutuskan untuk swadaya melakukan perbaikan, karena mereka menganggap menunggu perbaikan jalan dari pemerintah sangat lama. Sedangkan jalur tersebut merupakan jalur vital ekonomi.
“Memang ada kondisi jalan yang lebih parah di ruas ini, ada di Desa Tenggeran. Jadi dialihkan ke situ,” katanya.
Puluhan Warga Tonjong Brebes Perbaiki Jalan Rusak dengan Swadaya

Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

BREBES – Kejaksaan Negeri Brebes memusnahkan sejumlah barang bukti dari puluhan perkara tindak pidana umum…

JAKARTA – Pemerintah kembali menunjukkan hasil penertiban kawasan hutan yang selama ini menjadi bagian dari…

BNPB mencatat sejumlah karhutla terjadi di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur hingga Selasa (6/10/2026). Puluhan hektare lahan dan hutan terbakar, sementara BNPB mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Gempa M6,1 yang mengguncang Sumba Barat Daya pada 4 Oktober 2026 menyebabkan dampak meluas. Data terbaru BPBD NTT mencatat 299 rumah terdampak dan 299 KK terkena dampak di tiga kabupaten. Aktivitas gempa susulan masih terjadi.

JAKARTA – Momen Presiden Prabowo Subianto bersama dua pendahulunya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko…







