Jembatan Keruhbehet Brebes Rusak 9 Bulan, Warga Sakit Terpaksa Ditandu Lewat Jembatan Miring

Warga sakit ditandu melewati Jembatan Keruhbehet yang rusak di Desa Mlayang Sirampog Brebes
Kondisi Jembatan Keruhbehet di Desa Mlayang, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, yang ambles dan miring sehingga kendaraan roda empat tidak dapat melintas. Kerusakan jembatan berdampak pada akses kesehatan warga. (Foto: Istimewa)

BREBES — Sembilan bulan sudah Jembatan Keruhbehet di Desa Mlayang, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, mengalami kerusakan. Namun hingga September 2026, jembatan yang menjadi akses vital ribuan warga itu belum juga mendapatkan perbaikan permanen.

Kondisinya semakin memprihatinkan. Jembatan yang membentang di atas Sungai Keruhbehet itu mengalami ambles dan miring, sehingga kendaraan roda empat sudah tidak bisa melintas.

Warga yang masih menggunakan jembatan tersebut harus ekstra hati-hati. Pejalan kaki dan sepeda motor menjadi satu-satunya akses yang masih dapat digunakan, meski risiko kecelakaan membayangi setiap kali warga melintas. Bahkan, kerusakan jembatan kini berdampak langsung terhadap akses kesehatan warga.

Sakit, Warga Terpaksa Ditandu Lewat Jembatan
Gambaran paling memilukan terjadi pada Jumat (18/9/2026). Seorang warga bernama Yanto yang membutuhkan pengobatan ke rumah sakit terpaksa dibawa dengan cara ditandu menggunakan sarung untuk melewati akses jembatan yang rusak.

Kendaraan roda empat tidak dapat masuk hingga permukiman warga karena terhalang kondisi jembatan. Alhasil, warga harus mencari cara agar Yanto tetap bisa dibawa menuju kendaraan dan selanjutnya mendapatkan pengobatan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kerusakan jembatan bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi telah menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses menuju layanan kesehatan.

Pengendara Motor Sudah Banyak Jatuh
Kepala Desa Mlayang, Abdul Khafidz, mengatakan kerusakan jembatan telah berlangsung sejak Desember 2025. Menurutnya, kondisi jembatan yang ambles dan miring sudah menyebabkan sejumlah pengendara sepeda motor terjatuh saat mencoba melintas.

“Sudah banyak pengendara sepeda motor yang jatuh saat melewati jembatan karena kondisinya rusak dan miring,” ungkap Abdul Khafidz.

Seiring waktu, kondisi jembatan semakin mengkhawatirkan. Warga tetap menggunakan akses tersebut karena tidak memiliki jalur lain yang mudah untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Ibu Hamil Ikut Terancam Sulit Akses Persalinan
Selain warga sakit, kondisi jembatan juga menjadi kekhawatiran bagi ibu hamil. Akses kendaraan roda empat yang terputus dapat menjadi persoalan ketika ada ibu hamil yang membutuhkan pertolongan medis dan harus segera dibawa menuju puskesmas atau rumah sakit.

Baca Juga:  Satpol PP Brebes Raih Juara Pertama Penegakan Perda Tingkat Provinsi Jawa Tengah