Disebut Ditangani Rp 270 Miliar, Warga Swadaya Perbaiki Tanggul Jebol Sungai Babakan Brebes

Warga Swadaya Perbaiki Tanggul Sungai Babakan Kecamatan Ketanggungan Brebes
Kepala Desa Cikeusal Lor, Irwandi Susandhi mengecek kondisi tanggul sungai Babakan yang tengah diperbaiki swadaya oleh warga. (Foto: Istimewa)

BREBES — Warga Desa Cikeusal Lor, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, bergotong royong memperbaiki tanggul Sungai Babakan yang jebol, Rabu (16/9/2026). Warga rela patungan dengan menarik iuran dari rumah-rumah warga demi memperbaiki tanggul rusak.

Kepala Desa Cikeusal Lor, Irwan Susandhi mengatakan, tanggul sungai Babakan yang tengah diperbaiki secara swadaya berada di Dusun Babakan. Tanggul itu jebol karena tak kuat menahan debit dan arus sungai pada musim hujan kemarin. Tak kunjung ditangani pemerintah, warga akhrinya swadaya melakukan perbaikan.

“Ini murni swadaya dari masyarakat untuk memperbaiki tanggul yang jebol. Karena sampai sekarang belum ada penanganan dari pemerintah. Ini juga sambil menunggu anggaran yang katanya Rp 270 miliar untuk normalisasi sungai Babakan tapi tak kunjung tiba,” katanya, Rabu (16/9/2026).

Kades menyebut, warganya khawatir jika tanggul tak segera diperbaiki akan menyebabkan banjir besar dan merendam pemukiman warga. Di sisi lain, saat ini sudah mendekati musim hujan, namun anggaran Rp 270 miliar yang didengungkan pemerintah pusat untuk penanganan sungai Babakan tak kunjung tiba.

“Kita lakukan normalisasi secara bertahap dan pembuatan penahan tanggul sungai, semuanya swadaya,” ungkap dia.

Sementara itu, warga setempat, Toto Satrio mengatakan, perbaikan tanggul dilakukan secara swadaya masyarakat setelah kondisi tanggul dinilai membutuhkan penanganan agar tidak kembali menimbulkan persoalan saat musim hujan.

“Warga bahkan mengumpulkan dana dari rumah ke rumah untuk membiayai perbaikan tanggul tersebut. Setelah tanggul selesai diperbaiki, warga juga berencana melakukan normalisasi Sungai Babakan secara bertahap,” kata Toto.

Dia menjelaskan, langkah tersebut dilakukan karena kondisi Sungai Babakan dinilai cukup kontras. Saat musim hujan, debit air sungai dapat meningkat dan menyebabkan banjir. Sebaliknya, ketika musim kemarau, aliran sungai justru mengering seperti kondisi saat ini.

“Sebelum musim penghujan datang ahirnya kami berinisiatif melakukan penarikan uang ke warga, untuk pembayaran sewa alat berat dan lainnya. Agar bisa melaksanakan perbaikan tanggul dan normalisasi sungai,” ungkap dia.

Mereka berharap kondisi Sungai Babakan mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah, pemerintah pusat maupun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), terutama untuk penanganan tanggul dan normalisasi sungai.

Baca Juga:  Bupati Paramitha Ungkap Kantongi Nama 3000 ASN Pengguna Aplikasi Fiktif Absensi, Siapkan Sanksi Tegas