Penanganan Banjir di Ketanggungan, Bupati Paramitha: Penanganan Sedang Berlangsung

Banjir Ketanggungan
Bupati Brebes memastikan penanganan banjir di wilayah Kecamatan Ketanggungan sudah berjalan. (Foto: Istimewa)

BREBES – Bupati Brebes memastikan penanganan banjir di wilayah Kecamatan Ketanggungan sudah berjalan. Dan penangananya tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga 2028 mendatang.

Hal itu disampaikan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma di sela-sela sambutan dalam acara Pengajian Akbar dan Brebes Bersholawat di Lapangan Sepak Bola Desa Karangmalang, Kecamatan Ketanggungan, Selasa 25 Agustus 2026.

Menurutnya, pemerintah terus mendorong penanganan persoalan banjir di Kabupaten Brebes. Salah satunya di wilayah Kecamatan Ketanggunga. Dan saat ini, proses pelaksanaannya sudah berjalan melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung (Cimancis).

Untuk mendukung penanganan tersebut, kata Mitha, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp270 miliar yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap hingga 2028. Pembangunan diharapkan mampu memberikan solusi jangka panjang terhadap persoalan banjir yang selama ini menjadi perhatian masyarakat Brebes. Khususnya di Kecamatan Ketanggungan.

“Tadi sedikit saya akan menyinggung masalah banjir yang disampaikan adik-adik kita. Bapak ibu sekalian penanganan banjir sudah berlangsung, dan penanganan dilakukan oleh pemerintah pusat,” ujarnya dalam sambutan.

“Dan untuk penanganannya dilakukan secara bertahap hingga 2028 mendatang,” lanjutnya.

Berbagai aspirasi masyarakat terkait persoalan banjir juga terus menjadi perhatian pemerintah. Aspirasi tersebut disampaikan melalui berbagai saluran, termasuk melalui jajaran pemerintah daerah maupun media sosial Bupati Brebes.

“Setiap aspirasi masyarakat yang disampaikan, baik melalui asisten bupati maupun media sosial bupati, selalu kita dengarkan. Persoalan banjir menjadi perhatian dan terus kita dorong penanganannya,” ujarnya.

Salah satu rencana penanganan yang akan dilakukan adalah normalisasi Kali Babakan. Normalisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran sungai sehingga mampu mengurangi risiko genangan dan banjir, khususnya ketika terjadi peningkatan debit air.

Pemerintah Kabupaten Brebes optimistis berbagai program tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dukungan dan doa masyarakat juga dinilai penting agar seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar.

“Mohon doanya, kita optimistis Brebes beres. Penanganan banjir terus kita perjuangkan agar masyarakat Brebes semakin aman dan nyaman,” tegasnya.

Baca Juga:  Mitha-Wurja Bakal Tancap Gas di 100 Hari Kerja Usai Pelantikan, Berikut Targetnya