BREBES — Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mendorong penguatan peran pemuda desa melalui program pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga peningkatan keterampilan, pendampingan, dan pengembangan usaha.
Hal itu disampaikan Paramitha saat mengikuti peluncuran Pilot Project Desa/Kelurahan Mandiri Sejahtera Berbasis Pemberdayaan Pemuda secara daring dari Balai Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, baru-baru ini.
Program yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut diluncurkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Desa Winduaji menjadi salah satu dari delapan desa/kelurahan di Jawa Tengah yang ditetapkan sebagai lokasi pilot project.
Program tersebut menyasar pemuda berusia 16 hingga 30 tahun, khususnya dari keluarga yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
Menurut Paramitha, pendekatan pemberdayaan menjadi bagian penting agar program tidak berhenti pada pemberian bantuan.
Para pemuda terlebih dahulu melalui proses asesmen, pelatihan, dan pendampingan sebelum diarahkan untuk mengembangkan usaha.
“Yang saya suka, ini bukan sekadar bagi-bagi bantuan. Pemuda diasesmen, dilatih, didampingi, lalu dibantu membangun usaha. Diajari berdiri, bukan sekadar diberi,” ujar Paramitha.
Ia menilai pemuda desa selama ini kerap dihadapkan pada pilihan untuk merantau atau bertahan dengan peluang ekonomi yang terbatas.
Karena itu, menurutnya, penguatan keterampilan dan penciptaan peluang usaha di desa menjadi langkah penting agar desa dapat menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda.
Usai mengikuti kegiatan tersebut, Paramitha juga meninjau aktivitas usaha yang dikelola pemuda Desa Winduaji dengan mengunjungi Djongor WP, sebuah kafe dan camping ground di kawasan Waduk Penjalin.












