Di lokasi tersebut, ia melihat langsung geliat usaha yang dijalankan anak-anak muda Winduaji. Paramitha juga menikmati kopi rempah yang diproduksi oleh pelaku usaha setempat.
“Kita bisa melihat sendiri bahwa pemuda Winduaji tidak sedang menunggu. Mereka sudah bergerak duluan,” katanya.
Paramitha menegaskan Pemerintah Kabupaten Brebes akan mengawal pelaksanaan program agar dapat berjalan berkelanjutan dan terhubung dengan berbagai inisiatif ekonomi yang telah lebih dahulu dikembangkan masyarakat, khususnya pemuda desa.
“Tugas kami di Pemkab adalah mengawal agar program ini benar-benar sampai dan menyambung dengan apa yang sudah mereka mulai. Prosesnya tidak instan, nggih, tapi arahnya sudah benar,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan program tersebut semakin membuka kesempatan bagi pemuda untuk mengembangkan potensi desa sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Paramitha juga mengajak masyarakat untuk mengenal potensi wisata dan ekonomi kreatif di kawasan Waduk Penjalin yang kini mulai dikembangkan oleh pemuda Desa Winduaji.
“Panjenengan yang belum pernah ke Penjalin, cobalah main ke sini. Pemandangannya tenang, kopinya buatan anak desa sendiri,” katanya.












