Keadilan Sosial Tak Terwujud, Wagub Kalimantan Barat Ancam “Pisah”, dari Indonesia

Wagub Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan Singgung Pisah dari NKRI
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan singgung akan "pisah" dari NKRI jika keadilan sosial tidak terwujud. (Foto: Istimewa)

PONTIANAK — Pernyataan Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan terhadap pemerintah pusat mendadak menjadi sorotan. Dalam video yang beredar di media sosial, Krisantus melontarkan peringatan keras bahwa Kalimantan Barat bisa mengalami persoalan serius seperti Papua dan Aceh apabila keadilan sosial tidak terwujud.

“Jangan dipikir oleh pemerintah pusat, Kalimantan Barat ini tidak bisa menjadi Papua-Papua dan Aceh-Aceh berikutnya apabila keadilan sosial tidak terwujud di Republik ini,” ujar Krisantus dalam video yang beredar dalam acara memperingati HUT ke-81 RI, dikutip Minggu (23/8/2026).

Pernyataan itu kemudian ramai diperbincangkan karena membawa-bawa dua daerah yang memiliki sejarah panjang dalam persoalan hubungan pusat dan daerah. Krisantus menyampaikan pernyataan tersebut ketika menyoroti ketimpangan dan pengelolaan kekayaan alam Kalimantan Barat.

Baca Juga:  1.747 Pendamping PKH Terkena Sanksi Keras Akibat Pekerjaan Rangkap

Ia menyebut Kalbar memiliki berbagai sumber daya mineral, mulai dari emas, bauksit, pasir kuarsa, pasir silika, bijih besi hingga batu bara. Namun, menurutnya, kekayaan tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat.

“Kita mati di lumbung padi,” kata Krisantus, menggambarkan keresahannya terhadap kondisi masyarakat di tengah besarnya potensi ekonomi daerah. Ia juga menyinggung banyaknya investor yang masuk ke Kalimantan Barat serta luasnya potensi lahan pertanian dan perkebunan yang dimiliki daerah tersebut.

Pernyataan soal “Papua dan Aceh berikutnya” inilah yang kemudian memunculkan tafsir bahwa Wagub Kalbar sedang menyentil kemungkinan hubungan yang lebih renggang antara daerah dan pemerintah pusat, termasuk isu “pisah”.

Baca Juga:  Roy Suryo dan dr. Tifa Dibebaskan, Ini Tanggapan Joko Widodo

Namun, Krisantus tidak secara eksplisit menyatakan Kalimantan Barat akan memisahkan diri dari Indonesia. Yang disampaikan adalah peringatan bahwa ketidakadilan sosial yang terus dibiarkan dapat memicu persoalan serius seperti yang pernah terjadi di Papua dan Aceh.

Pesan Krisantus pun menjadi peringatan keras bagi Jakarta, kekayaan alam yang melimpah, tetapi tidak dirasakan secara adil oleh masyarakat daerah, berpotensi menjadi bara yang terus membesar.