BREBES — Kericuhan mewarnai kirab gunungan hasil pertanian dalam acara Festival Bawang Merah Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026). Ribuan warga yang memadati jalur kirab saling berebut gunungan hasil bumi berupa bawang merah.
Di tengah kerumunan tersebut, sejumlah penonton mengaku menjadi korban pencopetan. Mereka kehilangan telepon seluler hingga dompet berisi uang dan dokumen penting.
Kirab merupakan salah satu rangkaian Festival Bawang Merah Brebes yang digelar Pemerintah Kabupaten Brebes. Sebanyak 30 gunungan hasil bumi berupa bawang merah diarak keliling kawasan Pantura Kota Brebes.
Suasana mulai ricuh ketika warga merangsek mendekati kendaraan yang membawa gunungan. Meski petugas TNI dan Polri telah berjaga untuk mengamankan jalannya kirab, antusiasme warga untuk mendapatkan hasil bumi dari gunungan membuat kerumunan semakin padat.
Kondisi tersebut diduga dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan pencopetan. Salah seorang pengunjung, Sairah (55), mengaku kehilangan dompet saat menyaksikan warga berebut gunungan. Ia menegaskan tidak ikut berebut dan hanya menonton dari bagian belakang kerumunan.
Sementara itu, Dea (22) mengaku kehilangan telepon seluler saat menyaksikan aksi warga berebut gunungan. “Padahal saya tidak ikut berebut gunungan, cuma nonton dari belakang. Padahal handphone saya simpan di dalam tas,” ujar Dea.
Korban lainnya, Husni (35), kehilangan telepon seluler merek Samsung. Ia baru menyadari ponselnya hilang setelah selesai ikut berebut gunungan. Rusli mengaku sengaja ikut berebut karena ingin mendapatkan hasil pertanian yang berada di gunungan.
“HP saya simpan di tas. Pas saya selesai berebut gunungan, tas saya sudah terbuka,” katanya.
Sejumlah korban tampak panik dan menangis setelah mengetahui barang berharga miliknya hilang di tengah kepadatan massa.
Kirab gunungan hasil bumi menjadi salah satu agenda Festival Bawang Merah Brebes yang digelar setiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten Brebes. Selain menjadi bagian dari perayaan komoditas unggulan daerah, festival tersebut juga diarahkan untuk mendukung perekonomian masyarakat serta mengangkat potensi bawang merah Brebes.
Sejumlah Warga Kecopetan saat Menonton Kirab Hasil Tani dalam Festival Bawang Merah Brebes

Rekomendasi untuk kamu

Yusril Ihza Mahendra mengungkap bukti awal indikasi makar dalam kasus penyadapan Presiden Prabowo. Penyidik mendalami Pasal 191 dan 193 KUHP Nasional.

Puluhan wali murid SDN Brebes 01 kompak mengenakan baju hitam saat mendatangi Dindikpora Brebes. Mereka mempersoalkan lokasi relokasi sekolah yang disiapkan untuk perluasan RSUD Brebes.

Pengamat Selamat Ginting mengungkap dugaan pemindahan alat sadap dari Mabes Polri ke rumah sejumlah jenderal. Ia juga menyinggung dugaan pendanaan dari judi online, narkoba, dan tambang ilegal.

Bareskrim mengungkap dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo dan sejumlah tokoh sejak 2025. Tiga jenderal Polri menjadi tersangka setelah sistem LIMS diduga disalahgunakan.

BREBES – Perbaikan Jembatan Sitanggal di Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, ditargetkan rampung sebelum perayaan Natal…







