Matahati Bawang Merah, Cara Gus Bill Manusia Biasa Membawa Cerita Brebes ke Jalanan

BREBES — Ada cara berbeda untuk bercerita tentang Brebes. Bukan melalui angka produksi, hamparan sawah, atau aktivitas pasar, tetapi lewat warna, karakter, dan goresan street art.

Cara itulah yang dipilih Gus Bill Manusia Biasa melalui karya terbarunya, “Matahati Bawang Merah”, yang hadir dalam rangkaian Bawang Merah Brebes Festival 2026 di Alun-alun Brebes, Jumat (11/9/2026).

Mural tersebut langsung mencuri perhatian karena memadukan karakter Matahati dengan sejumlah simbol yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Brebes.

Bawang merah menjadi elemen utama. Di dalamnya juga terdapat telur asin, figur tangan, bentuk geometris, serta permainan warna yang menjadi ciri khas street art Gus Bill. Namun karya itu bukan sekadar mural bertema bawang merah. Ada cerita tentang Brebes yang coba disampaikan melalui karya tersebut.

Bawang Merah Tak Hanya Soal Komoditas
Bawang merah selama ini begitu lekat dengan nama Brebes. Komoditas tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, terutama para petani yang menggantungkan penghidupan dari hasil pertanian.

Melalui Matahati Bawang Merah, Gus Bill mencoba melihat bawang merah dari sisi yang berbeda. Bawang merah tidak hanya ditempatkan sebagai hasil bumi, tetapi juga sebagai bagian dari cerita manusia di belakangnya.

Ada petani yang bekerja di sawah, keluarga yang menggantungkan hidup dari hasil panen, aktivitas perdagangan, hingga tradisi yang terus berjalan dari generasi ke generasi.
Semua cerita itu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa visual.

Karakter Matahati Bertemu Identitas Brebes
Karakter Matahati menjadi pusat perhatian dalam mural tersebut. Dua figur berbentuk hati dengan mata yang menonjol seolah mengajak siapa pun yang melihat untuk tidak hanya memandang, tetapi juga merasakan.

Karakter tersebut kemudian dipertemukan dengan bawang merah dan simbol-simbol khas Brebes lainnya. Di sinilah identitas Gus Bill bertemu dengan identitas daerahnya.

Baca Juga:  Jembatan Pemali di Jalur Pantura Brebes Nyaris Terbakar, Sumber Api dari Kolong Jembatan