Jembatan Keruhbehet Brebes Rusak 9 Bulan, Warga Sakit Terpaksa Ditandu Lewat Jembatan Miring

Warga sakit ditandu melewati Jembatan Keruhbehet yang rusak di Desa Mlayang Sirampog Brebes
Kondisi Jembatan Keruhbehet di Desa Mlayang, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, yang ambles dan miring sehingga kendaraan roda empat tidak dapat melintas. Kerusakan jembatan berdampak pada akses kesehatan warga. (Foto: Istimewa)

Warga khawatir kondisi darurat kesehatan akan semakin sulit ditangani apabila kendaraan ambulans atau mobil pengangkut pasien tidak dapat melintasi jembatan. Masyarakat pun berharap pemerintah segera mengambil langkah sebelum terjadi kecelakaan maupun kondisi darurat yang lebih serius.

Jadi Akses Ribuan Warga
Jembatan Keruhbehet bukan sekadar jembatan penghubung antarkawasan. Infrastruktur tersebut menjadi akses penting bagi lima pedukuhan dengan jumlah penduduk lebih dari 3.000 jiwa.

Setiap hari, warga menggunakan jembatan untuk bekerja, bersekolah, berdagang, mengangkut hasil pertanian, berobat, hingga mengakses pelayanan pemerintahan. Rusaknya jembatan otomatis membuat mobilitas masyarakat terganggu.

Terlebih bagi petani yang membutuhkan kendaraan untuk mengangkut hasil pertanian, maupun warga yang membutuhkan kendaraan roda empat untuk membawa orang sakit.

Sudah Masuk APBD 2026, Kapan Diperbaiki?
Di tengah kondisi tersebut, muncul harapan dari rencana perbaikan yang disebut telah masuk dalam APBD Kabupaten Brebes Tahun 2026. Pemerintah Desa Mlayang berharap rencana tersebut segera diwujudkan menjadi pekerjaan fisik.

Sebab, semakin lama kondisi jembatan dibiarkan, semakin besar pula risiko yang harus ditanggung masyarakat yang setiap hari bergantung pada akses tersebut.

“Harapannya segera diperbaiki karena jembatan ini merupakan akses vital masyarakat. Warga membutuhkan jalur yang aman untuk aktivitas sehari-hari,” demikian harapan pemerintah desa.

Warga kini menunggu realisasi perbaikan tersebut. Bagi mereka, jembatan yang aman bukan sekadar fasilitas umum, tetapi jalur penting untuk bekerja, sekolah, membawa hasil pertanian hingga menyelamatkan warga ketika membutuhkan pertolongan medis.

Baca Juga:  Polemik Nasab Muncul Jelang Festival Bawang Merah Brebes, Habib Husein Ja’far Batal Tampil