BREBES – Pengisi acara tausiah dalam Festival Bawang Merah Brebes 2026 mengalami perubahan. Pendakwah Habib Husein Ja’far Al Hadar yang sebelumnya dijadwalkan hadir digantikan ulama lokal, KH Subhan Makmun.
Perubahan tersebut dilakukan setelah muncul keberatan dari PC Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabililah Brebes (PWI-LS) Kecamatan Brebes. Panitia bersama pemerintah daerah kemudian memilih langkah moderasi untuk menjaga suasana tetap kondusif menjelang pelaksanaan festival.
Festival Bawang Merah Brebes 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 11-13 September 2026 di kawasan Alun-alun Brebes.
Keputusan pergantian pengisi tausiah dibahas dalam mediasi yang berlangsung di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Brebes, Senin (7/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, PWI Laskar Sabililah menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan festival sebagai momentum untuk memperkenalkan potensi bawang merah sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Namun, rencana kehadiran Husein Ja’far dinilai berpotensi memunculkan respons dari sebagian kelompok masyarakat karena adanya perdebatan mengenai persoalan nasab yang berkembang di ruang publik.
Penolakan Disebut untuk Menjaga Kondusivitas
Ketua PC PWI Laskar Sabililah Brebes, Ali Murtado, mengatakan keberatan yang disampaikan organisasinya tidak ditujukan terhadap penyelenggaraan Festival Bawang Merah.
Menurutnya, pihaknya justru ingin kegiatan tersebut tetap berjalan dengan aman dan menjadi ruang promosi potensi daerah.
“Kami sangat menyayangkan pihak panitia mengundang Habib Husein bin Jafar. Yang kami tolak bukan kegiatannya, melainkan kehadiran habibnya demi menjaga kondusivitas agar tidak terjadi insiden seperti di daerah lain,” ujar Ali.
Ia mengatakan persoalan tersebut menjadi perhatian organisasinya karena khawatir muncul respons spontan dari masyarakat apabila polemik yang berkembang ikut terbawa ke dalam kegiatan festival.
Ali juga menilai penguatan sejarah dan peran ulama lokal dapat menjadi bagian penting dalam kegiatan yang mengangkat potensi daerah.
Polemik Nasab Muncul Jelang Festival Bawang Merah Brebes, Habib Husein Ja’far Batal Tampil

Rekomendasi untuk kamu

JAKARTA – Pemerintah kembali menunjukkan hasil penertiban kawasan hutan yang selama ini menjadi bagian dari…

BNPB mencatat sejumlah karhutla terjadi di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur hingga Selasa (6/10/2026). Puluhan hektare lahan dan hutan terbakar, sementara BNPB mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Gempa M6,1 yang mengguncang Sumba Barat Daya pada 4 Oktober 2026 menyebabkan dampak meluas. Data terbaru BPBD NTT mencatat 299 rumah terdampak dan 299 KK terkena dampak di tiga kabupaten. Aktivitas gempa susulan masih terjadi.

JAKARTA – Momen Presiden Prabowo Subianto bersama dua pendahulunya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko…

BREBES – Kondisi sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Bulakamba dan Wanasari mendapat sorotan Komisi…







