Polemik Nasab Muncul Jelang Festival Bawang Merah Brebes, Habib Husein Ja’far Batal Tampil

Husein Ja’far Al Hadar yang batal tampil dalam Festival Bawang Merah Brebes 2026 usai Ditolak PWI-LS
Husein Ja’far Al Hadar yang batal tampil dalam Festival Bawang Merah Brebes 2026 usai Ditolak PWI-LS. (Foto: Mantiq Media)

Panitia Pilih Ulama Lokal
Menanggapi aspirasi tersebut, Kesbangpol Kabupaten Brebes memfasilitasi komunikasi antara pihak yang menyampaikan keberatan dengan panitia penyelenggara.

Kepala Kesbangpol Brebes, Cecep Aji Suganda, mengatakan hasil dialog dengan panitia dari Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) menghasilkan kesepakatan untuk mengubah pengisi acara pada sesi tausiah.

“Permintaan dari PWI LS kami akomodasi. Panitia membatalkan kehadiran habib dalam rangkaian acara dan menggantinya dengan tokoh ulama lokal, yaitu KH Subhan Makmun. Ini selaras dengan tema festival yang mengangkat potensi lokal,” kata Cecep.

Pergantian tersebut diharapkan dapat meredam potensi perbedaan pandangan dan memastikan festival tetap berlangsung sebagai kegiatan masyarakat yang mengedepankan kebersamaan.

Dengan keputusan tersebut, rangkaian Festival Bawang Merah Brebes tetap berjalan sesuai agenda yang telah disiapkan panitia.

Festival Tetap Hadirkan Beragam Agenda
Festival Bawang Merah Brebes 2026 dirancang tidak hanya sebagai kegiatan hiburan, tetapi juga sebagai ajang memperkenalkan komoditas unggulan Kabupaten Brebes kepada masyarakat luas.

Sejumlah agenda telah disiapkan, termasuk kontes bawang merah serta agenda yang berkaitan dengan pengembangan dan pemasaran bawang merah ke pasar internasional.

Dari sisi hiburan, festival juga dijadwalkan menghadirkan sejumlah penampil, di antaranya J-Rocks, Hijau Daun, dan Haddad Alwi.

Dengan adanya penyesuaian pengisi acara tausiah, penyelenggara berharap Festival Bawang Merah Brebes tetap menjadi ruang pertemuan masyarakat yang aman, nyaman, dan memberikan manfaat bagi daerah.

Di sisi lain, keputusan melibatkan ulama lokal juga dapat menjadi momentum untuk memberikan ruang lebih besar kepada tokoh dan potensi lokal dalam agenda promosi daerah.

Baca Juga:  Harga Bawang Merah Tembus Rp 80 Ribu di Jakarta Beda Jauh dengan Brebes Rp 40 Ribu, Ini Penyebanya