Serangan Tikus Ganggu 223 Hektare Sawah di Brebes, Ada yang Gagal Panen

Petani bersama petugas melakukan pengendalian hama tikus di lahan persawahan Kabupaten Brebes
Petani bersama petugas melakukan pengendalian hama tikus di lahan persawahan Kabupaten Brebes. Upaya dilakukan secara gotong royong untuk menekan populasi tikus yang menyerang tanaman padi. (Foto: Istimewa)

BREBES – Serangan hama tikus masih menjadi tantangan bagi petani padi di Kabupaten Brebes. Hingga Juli 2026, tercatat 223 hektare lahan tanaman padi terdampak serangan tikus dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan hingga menyebabkan tanaman mengalami puso.

Data kumulatif Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes periode Januari-Juli 2026 menunjukkan, dari 223 hektare lahan terdampak, sebanyak 184 hektare masuk kategori serangan ringan, 30 hektare kategori sedang, 7 hektare kategori berat, dan 2 hektare mengalami puso.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena pengendalian hama secara dini dinilai dapat membantu mencegah perkembangan populasi tikus dan menekan potensi kerugian petani.

Kepala DPKP Kabupaten Brebes, Hendri Adi Komara, mengatakan serangan tikus ditemukan di sejumlah wilayah sentra pertanian. “Serangan cukup tinggi antara lain terjadi di Kecamatan Larangan, Wanasari, Ketanggungan, Kersana, Losari, Bantarkawung, Banjarharjo, Salem, Tonjong, Bumiayu, Paguyangan, dan Sirampog,” kata Hendri, Senin (7/9/2026).

Larangan Catat Serangan hingga 13,5 Hektare
Kecamatan Larangan menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam pengendalian hama tikus. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, serangan tikus di wilayah tersebut tercatat mencapai 6 hektare pada Januari, 7 hektare pada Februari, dan meningkat menjadi 12 hektare pada Maret.

Pada April, luas serangan tercatat 6 hektare dan turun menjadi 4 hektare pada Mei. Namun, angka tersebut kembali meningkat hingga 13,5 hektare pada Juni, sebelum berada di angka 6 hektare pada Juli.

Serangan juga ditemukan di Kecamatan Wanasari. Berdasarkan data DPKP, luas serangan tercatat 0,5 hektare pada Juni dan meningkat menjadi 6 hektare pada Juli.

Sementara itu, Kecamatan Ketanggungan juga menghadapi serangan tikus. Luas serangan tercatat 8 hektare pada Januari hingga April, kemudian 4 hektare pada Mei, 7 hektare pada Juni, dan 6 hektare pada Juli.

Di Kecamatan Brebes sendiri, serangan tikus tercatat mengenai sekitar 1 hektare lahan pada Juli 2026.

Baca Juga:  Modus TPPO Makin Sadis: 471 Korban Tahun Ini, Tegal Lakukan Ini

Pengendalian Melibatkan Petani
Untuk menekan populasi tikus, pemerintah bersama petani melakukan berbagai upaya pengendalian di area persawahan.
Hendri mengatakan, langkah tersebut antara lain dilakukan melalui penggunaan mercon tikus belerang sebanyak 4.280 batang dan penyaluran umpan racun tikus sebanyak 5.241 kilogram.