BREBES – Pemerintah Kabupaten Brebes mulai mengambil langkah penanganan terhadap saluran irigasi yang tersumbat sampah dan menimbulkan bau tidak sedap di kawasan pusat kota.
Pembersihan dilakukan secara gotong royong oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Senin (7/9/2026), menyusul keluhan masyarakat terkait kondisi saluran di sekitar Pasar Induk Brebes dan Pasar Belakang Kodim.
Sejumlah instansi yang terlibat di antaranya Dinas Lingkungan Hidup dan Pengolahan Sampah (DLHPS) serta Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Dinkopumdag). Petugas membersihkan tumpukan sampah yang menyebabkan aliran air tidak lancar.
Kepala DLHPS Kabupaten Brebes, M Sodiq, mengatakan penanganan persoalan saluran tersebut membutuhkan kerja sama lintas instansi. Menurutnya, pembersihan sementara dilakukan untuk mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat sambil menunggu penanganan permanen.
“Saluran ini memang harus dikeruk dan di atasnya dipasang jaring lagi supaya sampah tidak langsung jatuh ke saluran,” kata Sodiq.
Pembersihan Sementara Sambil Menunggu Normalisasi
Sodiq menjelaskan, pemerintah daerah sebelumnya telah membahas penanganan saluran tersebut. Namun, terdapat rencana normalisasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana yang membuat pemerintah daerah perlu melakukan koordinasi agar penanganan tidak tumpang tindih.
“Kita lakukan pembersihan saluran sementara, karena dalam waktu dekat ini akan ada proyek normalisasi dari BBWS untuk saluran irigasi sepanjang Jatibarang hingga mendekati wilayah muara di utara,” ujarnya.
Dengan adanya rencana normalisasi tersebut, pembersihan yang dilakukan Pemkab Brebes diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi sumbatan dan bau tidak sedap sebelum pekerjaan penanganan saluran secara lebih menyeluruh dilaksanakan.
Warga Keluhkan Bau dan Sampah
Sebelumnya, kondisi saluran tersebut menjadi perhatian pengunjung pasar. Salah seorang pengunjung, Warniti (41), mengatakan bau menyengat kerap tercium dari saluran yang berada di sekitar kawasan pasar.
Selain dipenuhi sampah, kondisi air di saluran juga terlihat berwarna hitam pekat. Sumbatan membuat aliran air tidak berjalan dengan baik sehingga kondisi kawasan pasar menjadi kurang nyaman.
Saluran Mampet dan Bau di Pusat Kota Brebes Dibersihkan, Normalisasi Segera Dilakukan

Rekomendasi untuk kamu

JAKARTA – Pemerintah kembali menunjukkan hasil penertiban kawasan hutan yang selama ini menjadi bagian dari…

BNPB mencatat sejumlah karhutla terjadi di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur hingga Selasa (6/10/2026). Puluhan hektare lahan dan hutan terbakar, sementara BNPB mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Gempa M6,1 yang mengguncang Sumba Barat Daya pada 4 Oktober 2026 menyebabkan dampak meluas. Data terbaru BPBD NTT mencatat 299 rumah terdampak dan 299 KK terkena dampak di tiga kabupaten. Aktivitas gempa susulan masih terjadi.

JAKARTA – Momen Presiden Prabowo Subianto bersama dua pendahulunya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko…

BREBES – Kondisi sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Bulakamba dan Wanasari mendapat sorotan Komisi…







