Nakhoda Kapal Nelayan Asal Brebes Meninggal di Laut Jawa, Begini Kronologinya

PMI Kabupaten Brebes mengevakuasi jenazah nakhoda kapal nelayan di Dermaga Desa Kluwut
Tim PMI Kabupaten Brebes mengevakuasi jenazah Taklan, nakhoda KMN Rafasya, dari Dermaga Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba. (Foto: Istimewa)


BREBES – Seorang nakhoda kapal nelayan ditemukan meninggal dunia saat kapalnya hendak lepas jangkar di perairan Laut Jawa, Rabu (16/9/2026) pagi. Jenazah korban kemudian dibawa ke pangkalan kapal di Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes.

Korban diketahui bernama Taklan (44), nelayan asal Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Ia merupakan nakhoda KMN Rafasya GT 58. Berdasarkan laporan PMI Kabupaten Brebes, kejadian bermula sekitar pukul 05.00 WIB ketika kapal sedang labuh jangkar di perairan Laut Jawa.

Saat itu, motoris kapal bernama Kudin telah menghidupkan mesin dan meminta Taklan untuk memajukan kapal. Namun, panggilan tersebut tidak mendapat respons. Kudin kemudian meminta salah satu anak buah kapal (ABK), Daim, untuk membangunkan nakhoda di kamar.

Saat masuk ke kamar, Daim mendapati Taklan masih dalam posisi tengkurap. Ia kemudian mencoba membangunkan korban, tetapi tidak mendapat respons. Kudin yang kemudian ikut membangunkan korban mendapati tubuh Taklan sudah dalam kondisi kaku, bibir pucat dan tidak ditemukan denyut nadi.

Kondisi tersebut kemudian diketahui oleh seluruh ABK. Pemilik kapal selanjutnya dihubungi menggunakan telepon seluler dan meminta kapal dibawa kembali ke pangkalan di Desa Kluwut.

Kapal kemudian berlayar menuju pangkalan dengan membawa jenazah Taklan.
Dievakuasi PMI ke Rumah Duka
Setibanya kapal di Dermaga Desa Kluwut, proses evakuasi jenazah dilakukan oleh PMI Kabupaten Brebes pada Jumat (18/9/2026) pagi.

Ketua PMI Kabupaten Brebes, dr. Sri Gunadi Parwoko, mengatakan tim PMI menerima laporan dan langsung melakukan evakuasi jenazah dari kapal menuju rumah duka. “Begitu mendapatkan laporan, kami menurunkan personel untuk membantu proses evakuasi jenazah dari kapal ke rumah duka. Prosesnya berjalan dengan lancar,” kata Sri Gunadi, Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, kondisi akses menuju rumah duka menjadi salah satu kendala dalam proses evakuasi karena jalannya cukup sempit. “Untuk akses menuju lokasi kapal relatif mudah, tetapi akses menuju rumah duka cukup sempit sehingga personel harus menyesuaikan saat membawa jenazah,” ujarnya.

Dalam proses evakuasi tersebut, PMI Kabupaten Brebes mengerahkan satu staf dan dua relawan. PMI juga menyiapkan kebutuhan pendukung berupa kantong jenazah untuk proses evakuasi.

Baca Juga:  Ribuan Pecinta Merpati Kolong dari Berbagai Daerah Ikuti Lomba di Slatri Brebes

“Yang kami lakukan adalah memastikan proses evakuasi berlangsung aman dan jenazah dapat diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya,” kata Sri Gunadi.