SLAWI – Seorang warga asal Makassar, Sulawesi Selatan, bernama Arjuna Simbolon (31), datang ke Kabupaten Tegal, Jawa Tengah untuk meminta kejelasan atas laporan dugaan penipuan yang dialaminya. Ia mengaku mengalami kerugian sekitar Rp160 juta setelah sepeda motornya dikirim ke wilayah Slawi, Kabupaten Tegal, untuk dimodifikasi.
Arjuna mengaku awalnya mengenal terduga pelaku berinisial ASF, melalui media sosial TikTok. Komunikasi kemudian berlanjut melalui WhatsApp hingga terjadi kesepakatan untuk memodifikasi sepeda motor miliknya.
“Pertama saya pesan barang sama terduga pelaku sekitar Rp30 juta lebih, terus saya pasang ke motor tersebut. Karena pemasangannya tidak sesuai, dia minta mengirimkan motor ke Kabupaten Tegal Jawa Tengah untuk diperbaiki dan dimodifikasi lagi,” kata Arjuna, di temui di sebuah warung depan Mapolres Brebes, Senin (21/9/2026).
Menurut Arjuna, setelah sepeda motornya dikirim dari Makassar ke Jawa Tengah, ia kembali diminta mengirimkan uang untuk membeli sejumlah alat dan suku cadang. Total uang yang telah ditransfer, menurut pengakuannya, mencapai sekitar Rp60 juta.
“Uang itu saya transfer terus dari Makassar. Dan motor saya kirim. Setelah motor sampai di Jawa Tengah, saya datang ke Tegal dan betul motor itu ada di rumah dia. Motor itu sudah dibongkar, dan tinggal mesinnya,” ujarnya.
Arjuna mengaku dirinya sudah melakukan transfer terhadap terduga pelaku sebanyak 12 kali dengan total sekitar Rp 60 juta. Ia mentransfer sejumlah uang terhadap terduga pelaku sejak 17 Juni 2025 hingga 21 Agustus 2025. Kemudian, harga sepeda motor yang dikirim merupakan Honda CRF 150 ditaksir Rp 42,7 juta.
Arjuna juga mengklaim sejumlah komponen sepeda motornya telah dijual satu per satu. Ia menyebut saat ini hanya bagian mesin yang masih tersisa di rumah terduga pelaku.
Lapor Polisi, Klaim Setahun Belum Ada Perkembangan
Arjuna mengatakan telah membuat laporan ke Polres Slawi pada 25 November 2025 melalui rekannya, yang mengaku sebagai wartawan dan merupakan warga Kabupaten Semarang. Rekannya yang berinisial MB, sebagai pelapor dalam kasus tersebut. Namun saat mendapatkan panggilan dari pihak kepolisian untuk dimintai keterangan, MB tak komperatif.
Arjuna mengaku kecewa terhadap MB yang kini sudah putus kontak, meskipun telah membayar uang jasa belasan juta rupiah. Ia pun mengaku kena dua kali dugaan penipuan dan kecewa karena selama sekitar hampir satu tahun belum mendapatkan perkembangan yang diharapkan terkait laporan tersebut.
“Saya membuat laporan ke Polres Slawi lewat kenalan, orang Semarang. Tapi selama satu tahun tidak ada pergerakan,” ujarnya.
Beranda
Headline
Cerita Pemuda asal Makassar datang ke Slawi Pertanyakan Laporan Dugaan Penipuan Ratusan Juta
Cerita Pemuda asal Makassar datang ke Slawi Pertanyakan Laporan Dugaan Penipuan Ratusan Juta
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

SEMARANG – Tunggakan pajak kendaraan bermotor di Jawa Tengah mencapai sekitar Rp3,3 triliun. Di tengah…

SEMARANG – Kabar baik bagi pemilik kendaraan bermotor di Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah…

BREBES — Keluarga Farel Raf’i Putratama, taruna Polimarin asal Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes,…

BREBES — Kebakaran hebat terjadi di Desa Banjar Lor, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jumat (18/9/2026)…

Rusak sejak Desember 2025, Jembatan Keruhbehet di Desa Mlayang, Sirampog, Brebes, membuat kendaraan roda empat tak bisa melintas. Seorang warga sakit bahkan terpaksa ditandu menggunakan sarung untuk berobat.







