Karena merasa belum mendapatkan kepastian, Arjuna kemudian datang langsung dari Makassar ke Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Ia mengatakan kedatangannya juga dilakukan untuk meminta bantuan sejumlah pihak agar kasus yang dilaporkannya mendapat perhatian.
“Saya datang ke sini untuk meminta keadilan di Polres Slawi. Tapi selama tiga minggu tidak ada juga pergerakan,” katanya.
Arjuna mengaku harus meminjam uang untuk membiayai keberangkatannya ke Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Namun hingga kini, hampir satu bulan Arjuna luntang-lantung di wilayah Brebes-Tegal untuk menunggu kepastian.
“Ongkos tiket pesawat saya pun, saya meminjam supaya saya bisa datang ke Jawa Tengah untuk meminta keadilan,” ungkapnya.
Tidak hanya dirinya, Arjuna mengklaim terdapat korban lain yang mengalami persoalan serupa. Ia menyebut jumlah korban mencapai sekitar 17 orang dengan total kerugian yang disebut mencapai sekitar Rp600 juta.
“Korban sekitar ada 17 orang. Total kerugiannya itu sekitar Rp600 jutaan,” katanya.
Arjuna berharap laporan yang telah dibuatnya dapat segera mendapatkan kejelasan dan penanganan dari aparat penegak hukum. “Sudah hampir satu bulan belum ada kepastian, tidak ada pergerakan dari pihak kepolisian,” ujarnya.












