TEGAL – Sejumlah wilayah di Kota Tegal dan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengalami pemadaman listrik bergilir dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut memicu keluhan warga yang mempertanyakan alasan pemadaman yang terjadi hampir setiap hari di wilayah berbeda dengan durasi mencapai tiga jam.
Di Kota Tegal, wilayah yang terdampak pemadaman pada Kamis (18/6/2026) antara lain Kelurahan Margadana, Pekauman, Panggung, Kejambon, Mangkusuman, Randugunting, dan Mintaragen hingga belasan wilayah lain.
Sementara di Kabupaten Brebes, pemadaman terjadi di sejumlah wilayah seperti Desa Siasem, Pebatan, Wanasari, Wangandalem, Padasugih, Krasak, hingga Lembahrawa dan banyak wilayah lainnya
Warga mengaku pemadaman berlangsung secara bergiliran sejak sekitar sepekan terakhir. Meski tidak terjadi setiap hari di lokasi yang sama, pemadaman dinilai cukup mengganggu aktivitas masyarakat.
“Kenapa kalau padam tiba-tiba? Bahkan bisa sampai tiga jam. Mulai terjadi sejak sekitar sepekan terakhir, tetapi tidak setiap hari di satu wilayah. Seperti digilir,” ujar Dewi (38), warga Kelurahan Margadana, Kota Tegal, Kamis (18/6/2026).
Keluhan serupa disampaikan Eko (35), warga Desa Padasugih, Kabupaten Brebes. Menurutnya, wilayah tempat tinggalnya baru mengalami pemadaman pada Kamis ini setelah sebelumnya terjadi di desa-desa lain.
“Akhirnya kebagian pemadaman hari ini. Informasinya desa-desa tetangga di kecamatan lain sudah mendapat giliran sejak pekan lalu,” katanya.
Warga berharap PLN dapat memberikan informasi yang lebih rinci terkait penyebab dan jadwal pemadaman agar masyarakat dapat mengantisipasi dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari.
Menanggapi keluhan tersebut, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tegal Kota menyatakan bahwa pemadaman dilakukan dalam rangka penguatan sistem kelistrikan guna menjaga keandalan pasokan listrik di sebagian wilayah Kota Tegal dan sekitarnya.
PLN juga diketahui rutin menyampaikan pemberitahuan kepada pelanggan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk grup WhatsApp warga.
Dalam pemberitahuan tersebut, PLN menyebutkan bahwa proses pekerjaan dilakukan dengan estimasi penormalan sekitar tiga jam, menyesuaikan kondisi operasional sistem di lapangan.
Manager Komunikasi PLN UID Jateng, Prayudha Fasya Perdana dalam keterangan tertulis yang dirilis PLN UP3 Tegal menyebut PLN saat ini tengah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan.
Hal itu menyusul adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik.
“Untuk menjaga stabilitas dan keandalan sistem kelistrikan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah terdampak serta terus mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit agar pasokan listrik dapat kembali normal,” kata Prayudha dalam keterangan yang diterima Kompas.com di Tegal, Kamis.
“PLN terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan proses penanganan berjalan optimal serta keandalan pasokan listrik tetap terjaga. Perkembangan proses penanganan dan pemulihan akan terus kami informasikan melalui kanal komunikasi perusahaan,” imbuh Prayudha.








