Mengapa Menyusui Kurangi Risiko Kanker, Penjelasan Ilmuwan

Penelitian Baru Mengungkap Alasan Biologis di Balik Manfaat Menyusui dalam Mencegah Kanker Payudara

JAKARTA – Para ilmuwan telah menemukan penjelasan ilmiah mengenai manfaat menyusui dalam mengurangi risiko kanker payudara. Studi terbaru menunjukkan bahwa proses menyusui memicu aktivasi sistem kekebalan tubuh yang membantu melindungi jaringan payudara dari pertumbuhan sel berbahaya.

Temuan ini memberikan wawasan baru tentang mekanisme alami tubuh dan membuka peluang pengembangan terapi pencegahan kanker.

Perubahan Sistem Kekebalan Selama Menyusui

Dalam penelitian ini, para ilmuwan menganalisis jaringan payudara dari lebih dari 1.000 pasien kanker payudara triple negatif serta model tikus betina. Hasilnya menunjukkan bahwa menyusui meningkatkan aktivitas sel-sel kekebalan, termasuk sel T CD8+ dan makrofag. Kedua jenis sel ini bertugas mengenali, menyerang, dan menghancurkan sel-sel rusak yang berpotensi menjadi kanker.

Pada wanita yang sedang menyusui, jumlah sel imun T meningkat secara signifikan dibandingkan dengan mereka yang tidak menyusui. Hasil serupa juga ditemukan pada tikus betina yang sedang menyusui, di mana sel-sel imun tetap aktif lebih lama dan mencegah pertumbuhan tumor.

Sherene Loi, salah satu peneliti studi sekaligus ahli onkologi dari Peter MacCallum Cancer Center di Victoria, Australia, menjelaskan bahwa menyusui bukan hanya bermanfaat bagi anak, tetapi juga untuk kesehatan ibu. “Sel-sel imun ini bertindak seperti penjaga lokal, siap menyerang sel-sel abnormal yang mungkin berkembang menjadi kanker,” tambah Loi.

Proses Regenerasi Jaringan Payudara

Selain peningkatan aktivitas imun, penelitian juga menemukan perubahan biologis penting pada jaringan payudara setelah masa menyusui berakhir. Sel-sel kelenjar susu yang berhenti memproduksi susu akan mati secara alami dan digantikan oleh sel baru yang lebih sehat. Proses ini disebut sebagai pembersihan fisiologis, yaitu mekanisme alami tubuh yang menghilangkan sel-sel tua dan memperbarui jaringan.

Loi menjelaskan bahwa proses regenerasi ini merupakan bentuk reset biologis yang mengembalikan jaringan payudara ke kondisi sehat. “Selama menyusui, jaringan payudara menjalani siklus hidup dan pemulihan yang membantu menyingkirkan sel yang berisiko tinggi menjadi kanker,” kata dia.

Kombinasi antara aktivitas kekebalan tubuh dan regenerasi sel ini menjelaskan mengapa perempuan yang menyusui lebih lama memiliki risiko kanker payudara yang lebih rendah. Proses tersebut membuat jaringan payudara lebih stabil dan kurang rentan terhadap mutasi genetik.

Potensi Terapi Baru Berbasis Mekanisme Alami Tubuh

Tim peneliti berharap hasil studi ini dapat menjadi dasar pengembangan terapi pencegahan kanker yang meniru efek menyusui. Dengan memahami jalur imun yang diaktifkan selama laktasi, ilmuwan berupaya menciptakan obat yang mampu merangsang reaksi serupa tanpa perlu proses menyusui.

Temuan ini tidak hanya penting bagi kesehatan perempuan, tetapi juga memperdalam pemahaman tentang cara tubuh membangun pertahanan terhadap kanker. Meski begitu, para peneliti menekankan bahwa hasil ini masih membutuhkan uji klinis lanjutan sebelum dapat diterapkan secara luas.

Saat ini, menyusui tetap menjadi cara alami dan efektif bagi perempuan dalam menjaga kesehatan payudara. Dengan penemuan ini, diharapkan bisa memberikan alternatif terapi baru yang lebih aman dan efektif dalam mencegah kanker payudara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *