“Awalnya hanya hujan deras. Namun, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Air langsung datang besar dan keruh,” kata Taufik kepada wartawan, Sabtu.
Taufik menyebut, puncaknya terjadi pada Sabtu, pukul 02.00 WIB dini hari. Tinggi air dilaporkan mencapai sekitar tujuh meter, membuat jembatan tak mampu menahan hantaman arus bercampur lumpur dan pasir.
“Air naik sangat cepat. Jembatan yang biasa dilewati wisatawan tidak kuat menahan hantaman air yang membawa material lumpur dan pasir,” lanjut Taufik.
Tak hanya memutus akses utama menuju Pancuran 13 dan Pancuran 5, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan parah fasilitas wisata.
Pancuran 13 Guci hancur dan tertimbun lumpur, satu unit alat berat beko rusak, sejumlah lapak pedagang hanyut, serta pagar pembatas di sepanjang aliran sungai porak-poranda. Bencana juga disertai longsor di bukit atas Desa Guci.
Beranda
Headline
Pantai Larangan Tegal Dipenuhi Kayu Gelondongan yang Terbawa Banjir Bandang Wisata Guci
Pantai Larangan Tegal Dipenuhi Kayu Gelondongan yang Terbawa Banjir Bandang Wisata Guci












