Pasar Takjil Biak Jadi Tanda Kerukunan Warga Non-Muslim

Ramadan 1447H di Biak Numfor: Kehidupan Ekonomi dan Tradisi Berbuka Puasa

JAKARTA – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, kehidupan masyarakat di Kabupaten Biak Numfor kembali berubah. Aktivitas jual beli takjil mulai ramai di beberapa titik strategis, terutama di Pasar Lama Biak. Pusat keramaian ini menjadi tempat utama bagi warga untuk memenuhi kebutuhan berbuka puasa.

Di kawasan Pasar Lama, sebanyak 34 lapak pedagang musiman dibuka untuk melayani masyarakat selama Ramadan. Pasar takjil ini beroperasi mulai dari 19 Februari 2026 hingga 18 Maret 2026. Setiap harinya, para pedagang buka dari pukul 14.00 WIT hingga 18.00 WIT.

Menurut Koordinator Pasar Takjil Pasar Lama Biak, Hj. Hasbiah Rasyid, pasar tersebut tidak hanya menyediakan makanan berbuka, tetapi juga aneka kue, minuman, serta lauk pauk. “Kami membuka lapak dari jam dua siang sampai sore jam enam,” ujarnya.

Berbagai jenis makanan dan minuman bisa ditemukan di lokasi ini. Mulai dari kue tradisional, kolak, es buah, sirup, gorengan, hingga lauk siap saji. Harga yang ditawarkan bervariasi dan relatif terjangkau, sehingga bisa dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat.

Pasar takjil ini tidak hanya dikunjungi oleh umat Muslim, tetapi juga tersedia bagi warga non-Muslim. “Kami tidak hanya melayani warga Muslim, non Muslim pun boleh berbelanja,” tambahnya.

Selain di Pasar Lama, lapak takjil juga hadir di berbagai titik lain di Kota Biak. Salah satunya adalah area Hadi Supermarket yang menjadi alternatif bagi warga dalam mencari menu berbuka. Beberapa pedagang lainnya juga menjajakan dagangan mereka di pinggir jalan utama, memanfaatkan momen Ramadan untuk meningkatkan penghasilan.

Keberadaan 34 lapak di Pasar Lama dan titik-titik lainnya memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi yang dibayarkan oleh para pedagang. Selain itu, aktivitas ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi kecil dan menengah di Biak Numfor selama Ramadan.

Dengan semakin banyaknya titik penjualan takjil, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan berbuka puasa. Sekaligus, hal ini juga mendukung pelaku usaha lokal di daerah tersebut.

Biak Numfor merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua. Ibu kota kabupaten ini berada di Distrik Biak Kota. Wilayah otonom yang kini disebut sebagai Kabupaten Supiori pernah menjadi bagian dari Biak Numfor setelah mengalami pemekaran wilayah.

Luas wilayah Biak Numfor mencapai 15.124 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 150.318 jiwa yang tersebar di 19 distrik dan 257 kampung. Daerah ini memiliki dua potensi utama yaitu perikanan dan pariwisata. Selain itu, Kabupaten Biak Numfor dipilih sebagai lokasi pembangunan Bandar Antariksa oleh LAPAN karena posisinya yang strategis di dekat khatulistiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *