BREBES – Para pedagang di Pasar Induk Brebes mengeluhkan kondisi pasar yang banjir akibat atap yang bocor, Senin (17/11/2025). Pedagang menyebut bahwa atap tersebut baru diperbaiki namun kembali bocor saat turun hujan. Barang jualan milik para pedagang pun basah dan membanjiri lantai tanah pasar.
Keluhan pedagang ini terekam dalam video yang ditujukan kepada Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma. Dalam video itu pedagang menyebut bahwa Pasar Induk Brebes banjir akibat atap yang bocor. Nampak air hujan menggenangi area dalam pasar dengan ketinggian semata kaki. Pedagang pun sibuk membereskan barang dagangan.
“Ibu Bupati Paramitha, pasar hari ini banjir dikarenakan dari air hujan. Kemarin sudah dilakukan perbaikan talang, tapi talangnya tidak menampung air banyak,” kata seorang pedagang perempuan dalam video itu.
Kondisi ini dikeluhkan para pedagang pasar karena setiap hari dimintai uang retribusi, namun kondisi pasar tetap tidak layak dan tidak ada perhatian pemerintah daerah. Pemilik kios di Pasar Induk Brebes Nur Salamah mengatakan, saat ini kondisi bangunan atap Pasar Induk yang berada di dalam sering bocor saat hujan turun.
“(kondisi pasar) rusak semua. Aliran air banjir semua, banjir sampai pojok-pojok dan banjirnya hampir selutut,” katanya.
Dia mengaku, semua pemilik pasar rajin membayar retribusi ke pemerintah daerah. Namun, dengan kondisi tersebut dia berharap pemerintah bisa segera memperbaiki kondisi pasar tersebut. “Keinginan ya semoga diperbaiki semua. Selain itu, saya harap pembelinya banyak jadi tidak sepi,” jelasnya.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Dinkopumdag) Brebes, Agung Tirto Kumara membenarkan bahwa kondisi seluruh pasar tradisional di Kabupaten Brebes tidak layak. Banyak atap pasar yang bocor yang mengakibatkan pasar sering banjir.
Menurut Agung, semua pasar di Kabupaten Brebes yang jumlahnya 29 pasar, membutuhkan sentuhan anggaran dan harus segera diperbaiki. Namun demikian, kata Agung, tahun ini Pemkab Brebes hanya bisa melakukan pemeliharaan 8 pasar dengan masing-masing anggaran sekitar Rp100 juta per pasar.
“Tahun ini minimal kondisi pasar diperbaiki yang bocor. Sementara kita tanggulangi dengan pemeliharaan ringan. Jumlah pasar kita 29 pasar dan harus diperbaiki. Tapi tahun ini kami hanya mampu untuk tujuh pasar dengan anggaran kecil, sekitar Rp40 sampai Rp60 juta,”kata Agung.
Agung menjelaskan, pihaknya telah membuat desain engineering (DE) 24 pasar tradisional untuk pengajuan perbaikan kepada pemerintah pusat maupun provinsi. Menurut dia, ada pasar dari sejak dibangun tahun 1980 hingga saat ini belum pernah diperbaiki.
Beranda
Pantura
Pedagang Ngeluh Pasar Bocor dan Banjir, Pemda Sebut 26 Pasar di Brebes Kondisinya Sama
Pedagang Ngeluh Pasar Bocor dan Banjir, Pemda Sebut 26 Pasar di Brebes Kondisinya Sama
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

BREBES – Badan Pangan Nasional (Bapanas) semakin intensif mengawasi pergerakan harga beras di pasaran Jawa…

BREBES – Kondisi seluruh pasar tradisional yang dikelola Pemerintah Kabupaten Brebes kumuh dan memprihatinkan. Padahal…

BREBES – Sedikitnya 20 lapak pedagang rusak akibat tertimbun material atap dan tiang Pasar Jatibarang…







