“Di tahun 2026, kita siapkan agar balai ini tumbuh maksimal. Bukan hanya menyediakan ikan segar, tetapi juga merambah ke sektor usaha perikanan dan ikan olahan untuk mencukupi kebutuhan protein masyarakat Brebes,” tambahnya.
Saat ini, BBI Malahayu fokus pada pembenihan ikan nila. Namun, Dinas Perikanan telah menyusun peta jalan untuk mengembalikan kejayaan BBI Malahayu dengan menambah varietas komoditas di tahun 2026.
“Ke depan, kita akan kembali ke asal dulu. Kita siapkan pembibitan untuk ikan lele, ikan patin, dan komoditas unggulan lainnya yang dulu pernah berjaya di sini,” jelas Eko.
Memiliki lahan seluas 3,8 hektar dengan 14 kolam besar (baik kolam permanen, non-permanen, maupun kolam tanah), Eko Supriyanto mengakui saat ini pemanfaatan lahan belum mencapai 100 persen. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan stok bibit dan kondisi beberapa kolam yang memerlukan perbaikan fisik.
Eko Supriyanto mengajak para pembudidaya ikan di Brebes untuk memanfaatkan fasilitas daerah sendiri. Ia menjamin bahwa kualitas benih yang dihasilkan oleh BBI Malahayu memiliki standar yang tinggi.
“Harapan kami, launching ini dapat menggugah kesadaran masyarakat bahwa Brebes punya balai benih ikan yang luar biasa. Tidak perlu jauh-jauh beli ke luar daerah. Kita punya potensi besar, dan yang terpenting, benih ikan kami sudah bersertifikat,” pungkasnya.
Beranda
Pantura
Produktivitas Benih Ikan Meningkat, BBI Malahayu Diproyeksi Dukung Ketahanan Pangan dan MBG
Produktivitas Benih Ikan Meningkat, BBI Malahayu Diproyeksi Dukung Ketahanan Pangan dan MBG
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Akibat ambruknya jembatan ini, aktivitas masyarakat terganggu signifikan, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas…

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Brebes Wurja, Sekretaris Daerah Brebes Tahroni, serta para…

“Penguatan sinergi lintas sektor, pemerintah daerah mendorong kolaborasi antara pemerintah, DPRD, pemerintah desa, dunia usaha,…









