Membangun Bisnis Camilan dengan Modal Kecil
TASIKMALAYA – Di tengah situasi pandemi yang mengubah pola hidup masyarakat, banyak orang mencari peluang usaha yang bisa dijalankan dari rumah. Salah satu bidang yang menarik perhatian adalah bisnis camilan. Pasangan suami istri Firda Khaerunnisa dan Gilang Gumilar asal Tasikmalaya, Jawa Barat, memilih jalur ini untuk meningkatkan penghasilan mereka.
Mereka memulai bisnis dengan membuat keripik kaca, camilan khas daerah yang terbuat dari singkong. Dengan modal awal sebesar Rp 1 juta, pasangan ini berusaha keras untuk menjalankan bisnisnya. “Kami merintis berdua dan produk pertama adalah keripik kaca,” ujar Firda.
Menggunakan Platform Digital untuk Pemasaran
Karena memulai usaha pada tahun 2020, saat masih dalam masa pandemi, Firda dan Gilang memutuskan untuk memanfaatkan layanan digital. Salah satu platform yang digunakan adalah TikTok Shop. Mereka membuat konten pemasaran yang menarik, termasuk proses produksi dan kisah di balik perjalanan bisnis mereka.
Dengan label Sajodo Snack & Food, konten-konten tersebut membantu memperluas pasar ke berbagai kota. Produk keripik kaca Sajodo mulai mendapat perhatian dari konsumen. Permintaan pun meningkat pesat, sehingga Firda mulai menciptakan berbagai rasa baru dari keripik kaca.
Beragam Rasa dan Jenis Camilan
Selain keripik kaca, Sajodo Snack juga memproduksi berbagai jenis camilan lainnya. Beberapa di antaranya adalah basreng daun jeruk, keju aroma, baso aci, serta beragam keripik pedas seperti kulit ayam dan usus krispi. Dengan variasi ini, Sajodo Snack semakin diminati oleh masyarakat.
Metode pemasaran yang diterapkan oleh Firda ternyata sangat efektif. Ia bahkan pernah meraih omzet hingga Rp 1,5 miliar hanya dalam satu hari melalui penjualan online. Selain itu, ia pernah menerima pesanan sebanyak 40.000 bungkus camilan dalam sehari, berkat kolaborasi dengan salah satu selebritas TikTok.
Tantangan Produksi yang Meningkat
Meski hasilnya luar biasa, Firda mengakui bahwa permintaan yang tinggi menjadi tantangan tersendiri. Saat ini, produksi Sajodo Snack dilakukan di tiga pabrik. Namun, kapasitas produksi masih belum cukup untuk memenuhi permintaan pasar.
Untuk mengatasi hal ini, Firda berencana menambah kapasitas produksi dari ketiga pabrik yang ada. Meski tidak menyebutkan angka pasti, langkah ini akan membantu meningkatkan kemampuan produksi secara signifikan.
Ekspansi Cabang dan Strategi Pemasaran Digital
Selain menambah kapasitas produksi, Firda juga berencana membuka kantor cabang baru. Saat ini, Sajodo Snack memiliki tiga kantor cabang di Tasikmalaya, Banjar, dan Ciamis. Jika tidak ada hambatan, kantor cabang keempat akan dibuka di Bandung pada tahun ini.
Meskipun ekspansi terus dilakukan, Firda tetap memanfaatkan platform digital untuk mengoptimalkan pemasaran. Ini dilakukan agar kinerja Sajodo Snack tetap stabil dan dapat mempertahankan pangsa pasar yang sudah terbangun.
Dengan strategi yang matang dan komitmen terhadap kualitas produk, Sajodo Snack terus berkembang dan menjadi contoh sukses bagi para pelaku usaha kecil di Indonesia.












