Demonstrasi Sopir Angkot di Bekasi Akibat Keberadaan Bus Trans Beken
BEKASI – Ratusan sopir angkutan kota (angkot) menggelar aksi demonstrasi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, pada Kamis (12/2/2026) pukul 12.30 WIB. Mereka memarkir kendaraan mereka hingga menutupi seluruh jalur jalan, sehingga menyebabkan kemacetan yang parah.
Aksi ini dilakukan oleh para sopir angkot karena kekecewaan terhadap keputusan Pemerintah Kota Bekasi yang mengoperasikan bus Trans Beken dengan rute Harapan Indah-Terminal Bekasi. Mereka merasa bahwa kehadiran bus tersebut akan berdampak negatif terhadap pendapatan harian mereka.
Pantauan menunjukkan bahwa sebagian besar angkot yang beroperasi di Kota Bekasi turut serta dalam aksi tersebut. Mulai dari angkot jurusan Terminal Bekasi-Seroja hingga angkot jurusan Terminal Bekasi-Pondok Gede. Hal ini menunjukkan bahwa aksi ini tidak hanya melibatkan sekelompok kecil sopir, tetapi mencakup banyak pengemudi angkot di wilayah tersebut.
Langkah Polisi untuk Mengatasi Kemacetan
Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Gefri Agitia, menjelaskan bahwa pihaknya harus melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurangi kemacetan akibat aksi tersebut. Ia menyampaikan bahwa kemacetan masih bisa dikelola, meskipun situasi saat itu cukup sulit.
“Kami melakukan pengalihan arus lalu lintas dari Simpang BCP ke arah Jalan Khairul Anwar maupun puter balik ke Pakuwon. Selain itu, dari Sultan Agung kami luruskan ke Jalan Ir Juanda,” ujarnya.
Penolakan terhadap Keberadaan Trans Beken dan Bis Kita
Sebelumnya, salah satu sopir angkot bernama Inay (37 tahun) mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kehadiran Bus Trans Beken. Ia menilai bahwa bus tersebut dapat mengganggu pendapatan harian para sopir angkot. Menurutnya, sebelum adanya Trans Beken, sopir angkot sudah menghadapi persaingan dari Bis Kita yang beroperasi sejak 2025. Dampak dari kehadiran bis tersebut telah terasa bagi para pengemudi angkot.
“Ini bagus, nyaman, dan rapi. Tapi bagaimana kami sebagai sopir angkot? Sebelum ada Bis Kita, pendapatan kami cukup mencukupi. Ada buat gajian bocah, emak-emak juga senang dibagi duit mulu,” katanya kepada jurnalis, Selasa (10/2/2026).
Inay menambahkan bahwa pendapatan hariannya bisa saja menurun jika Bis Trans Beken mulai beroperasi. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak keberatan dengan kehadiran Bis Kita maupun Trans Beken, tetapi ia meminta agar masyarakat yang menggunakan transportasi tersebut tetap dikenakan biaya.
“Bersaing aja, nggak apa-apa dia berjalan, angkot juga berjalan. Tapi dia berbayar. Berbayar aja (tidak gratis),” jelasnya.
Rute dan Biaya Penggunaan Transportasi Umum
Bis Kita memiliki rute Summarecon Bekasi-Vida, sementara Trans Beken memiliki trayek Terminal Bekasi-Harapan Indah. Sayangnya, saat ini masyarakat yang ingin menggunakan dua transportasi tersebut belum dikenakan biaya. Hal ini membuat para sopir angkot merasa bahwa mereka sedang bersaing dengan transportasi umum yang tidak memberlakukan tarif.
Dengan demikian, aksi demonstrasi ini menjadi wujud protes terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak adil oleh para sopir angkot. Mereka berharap agar pihak terkait dapat segera menyelesaikan masalah ini dengan solusi yang lebih bijaksana.












