Ratusan Pengungsi Bencana Tanah Bergerak di Padasari Tegal Keluhkan Gangguan Kesehatan

Korban Bencana Tanah Bergerak Tegal
Warga korban bencana tanah bergerak yang mengungsi di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal mulai mengeluhkan berbagai gangguan kesehatan. (Foto: Istimewa)

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal, Muhammad Afifudin mengatakan, huntara tersebut rencananya dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di kawasan hutan milik Perhutani.

“Huntara kemungkinan diajukan agar dibangun 700 unit. Secara ukuran tipe 36, tapi nanti disesuaikan luas tanahnya. Untuk biaya bangun Huntara dari BNPB,” kata Afif kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).

Afif mengatakan, terkait jumlah pasti huntara, tergantung persetujuan dari pemerintah pusat. Meski begitu, setidaknya korban terdampak tanah bergerak membutuhkan 500 unit huntara. “Kalau kebutuhannya 500 rumah dikerjakan tiga vendor memang bisa selesai lebih cepat. Mudah-mudahan sebelum Lebaran sudah bisa dihuni,” kata Afif.

Afif mengungkapkan, lokasi pembangunan huntara berjarak sekitar 1 kilometer dari permukiman warga yang terdampak saat ini. “Huntara jelas sementara. Yang penting dalam waktu dekat dipikirkan dibangun Huntara karena warga lama-lama di pengungsian tidak baik. Kesehatannya, dan lainnya,” kata Afif.

Sebelumnya, BPBD mencatat 863 rumah warga masuk dalam zona merah rawan bencana tanah bergerak di Desa Padasari. Dari jumlah itu, 699 rumah warga mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah yang dipicu hujan lebat pada Selasa (3/2/2025). Rinciannya, 413 rusak berat, 97 rusak sedang, dan 189 rusak ringan.

“Sementara 164 rumah kategori masih baik, tetap harus direlokasi. Ada dua dusun jadi zona merah. Apapun kondisi rumahnya harus dievakuasi,” kata Afif.

Total sebanyak 2.460 jiwa dari 596 Kepala Keluarga (KK) masih bertahan di lokasi pengungsian.