BREBES — Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menegaskan bahwa rotasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes bukanlah bentuk hukuman, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kinerja dan komitmen pelayanan publik.
Penegasan tersebut disampaikan saat pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat manajerial eselon III di Pendopo Kabupaten Brebes, Senin (13/4/2026).
Sebanyak 49 pejabat dilantik, terdiri dari sekretaris dinas, sekretaris camat, kepala bagian, kepala bidang, kepala subbagian, dan kepala seksi, serta dua Kepala Unit Organisasi Bersifat Fungsional (UOBF) Puskesmas.
Paramitha menekankan bahwa rotasi jabatan merupakan momentum penting dalam mendorong transformasi birokrasi yang lebih profesional, akuntabel, dan berintegritas.
“Jabatan ini adalah amanah. Saya menuntut saudara-saudara untuk bekerja secara profesional, akuntabel, dan mampu menciptakan sistem kerja yang efektif. Jadilah pemimpin yang memberi teladan serta mampu berkolaborasi,” ujarnya.
Secara khusus, Paramitha juga memberikan perhatian kepada para Kepala UOBF Puskesmas yang baru dilantik.
Ia menegaskan bahwa Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan harus mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan kesehatan di Brebes, seperti penanganan stunting, kesehatan ibu dan anak, hingga perluasan akses layanan kesehatan.
Untuk itu, ia mendorong pelaksanaan program unggulan Nakes Door to Door, yakni pendekatan proaktif tenaga kesehatan yang mendatangi langsung rumah warga.
“Saya instruksikan kepada seluruh Kepala Puskesmas agar menjadikan program Nakes Door to Door sebagai prioritas utama. Lakukan pendataan yang akurat serta libatkan kader kesehatan dan lintas sektor agar program ini berjalan berkelanjutan,” imbuhnya.
Kepada seluruh pejabat yang dilantik, Paramitha berpesan agar mampu mengelola sumber daya secara bijak serta mengambil keputusan yang tepat di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang. Ia berharap, wajah baru birokrasi di lingkungan Pemkab Brebes dapat meningkatkan kepercayaan publik.












