Ragam  

Sapa Bioskop September: 3 Fakta Menarik di Balik Film “Forgotten Island” Universal Pictures

Film Animasi “Forgotten Island” Akan Dirilis pada September 2026

JAKARTA – Universal Pictures, salah satu perusahaan produsen dan distributor film ternama di dunia, akan merilis film animasi terbaru berjudul “Forgotten Island” pada bulan September 2026. Film ini menawarkan kisah yang penuh dengan petualangan fantasi serta pesan penting tentang persahabatan.

Dalam ceritanya, dua sahabat bernama Jo dan Raissa menghadapi tantangan besar ketika mereka terjebak dalam sebuah dunia mitos yang penuh makhluk-makhluk legendaris.

Film ini tidak hanya menampilkan alur cerita yang menarik, tetapi juga menyentuh isu-isu penting seperti pengelolaan stres dan kehilangan memori. Selain itu, film ini juga memperkenalkan budaya Filipina melalui berbagai elemen yang terdapat dalam kisahnya. Berikut adalah tiga fakta menarik mengenai film animasi yang akan dirilis pada tanggal 26 September 2026 ini.

Kisah Persahabatan yang Hampir Kandas

“Forgotten Island” menceritakan kisah dua sahabat, Jo dan Raissa, yang telah bersahabat sejak masa sekolah dasar. Setelah lulus dari SMA, keduanya harus berpisah karena masing-masing memiliki mimpi yang ingin dicapai. Saat merayakan malam terakhir bersama, mereka secara tak sengaja masuk ke dalam portal misterius yang membawa mereka ke pulau fantasi bernama Nakaii.

Pulau tersebut merupakan dunia yang penuh dengan makhluk mitologi yang sering muncul dalam cerita-cerita rakyat Filipina. Beberapa dari makhluk ini menjadi teman bagi Jo dan Raissa, sedangkan yang lainnya justru menjadi musuh.

Mereka kemudian menemukan bahwa satu-satunya cara untuk keluar dari dunia Nakaii adalah dengan melupakan kenangan persahabatan mereka. Hal ini membuat keduanya harus berjuang keras agar tidak kehilangan ingatan tentang hubungan mereka.

Teknik Unik untuk Meredakan Panic Attack

Dalam trailer resmi yang dirilis pada 25 Maret 2026, penonton dapat melihat bagaimana film ini mencantumkan teknik medis yang menarik untuk meredakan panic attack. Dalam salah satu adegannya, Raissa mengalami panik karena waktu yang terbatas untuk menjaga kenangan persahabatannya dengan Jo.

Alih-alih menggunakan kata-kata penenang, Jo memilih untuk menggunakan lagu populer “Who Let the Dogs Out” sebagai media pengalih perhatian. Lirik-lirik dalam lagu tersebut membantu Raissa mengatur napasnya yang terganggu akibat serangan panik. Hasilnya, tingkat kepanikannya berkurang dan ia bisa kembali tenang.

Para penonton trailer mengakui bahwa pendekatan unik ini memberikan inspirasi bagi para penggemar untuk mencoba teknik serupa dalam kehidupan nyata.

Representasi Budaya Filipina dalam Film

Film “Forgotten Island” juga memperlihatkan representasi budaya Filipina yang kaya. Salah satu elemen yang menonjol adalah budaya anik-anik, yaitu kebiasaan mengumpulkan barang-barang kecil yang tidak mahal namun memiliki nilai estetika dan emosional. Budaya ini berkembang setelah Perang Dunia II, ketika banyak orang Filipina menghadapi kesulitan ekonomi.

Anik-anik menjadi simbol dari rasa keterhubungan antara sesama manusia. Dalam film ini, gelang yang dikenakan oleh Jo dan Raissa menjadi simbol persahabatan mereka. Gelang ini juga mencerminkan budaya anik-anik yang berkembang di Filipina, di mana barang-barang kecil disimpan sebagai kenangan dan tanda cinta.

Kehadiran budaya Filipina dalam film ini tidak hanya memberikan nuansa lokal, tetapi juga memperkaya narasi yang disampaikan. Melalui kisah Jo dan Raissa, penonton diajak untuk lebih memahami nilai-nilai tradisional yang masih relevan hingga saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *