SPPG di Banjarharjo Brebes Diberhentikan Seminggu, Usai Bagikan Menu MBG Berbelatung

MBG Belatung
SPPG milik Yayasan Pelita Gizi Bangsa di Desa Cikakak Banjarharjo Kabupaten Brebes nampak sepi usai dikenai sanksi suspend, buntut menu MBG berbelatung. (Foto: Istimewa)

BREBES – SPPG milik Yayasan Pelita Gizi Bangsa di Desa Cikakak Banjarharjo menjadi satu di antara tiga SPPG yang ada di Jawa Tengah yang menerima sanksi Suspend. Sanksi ini buntut dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat 27 Februari 2026 lalu yang ditemukan belatung pada menu MBG.

Kepala SPPG Yayasan Pelita Gizi Bangsa Desa Cikakak Banjarharjo Diki Baharudin Maruf saat dikonfirmasi media mengatakan, terkait sanksi suspend atau pemberhentian tersebut, pihaknya diberi waktu seminggu ke depan untuk evaluasi.

“Selama satu minggu itu (tidak mendistribusikan MBG),” katanya saat ditanya sanksi suspend tersebut, Senin 2 Maret 2025.

Dia menerangkan, selama ini SPPG Cikakak Banjarharjo 002 ini menyalurkan 2.670 porsi MBG terhadap penerima manfaat. Jumlah tersebut disalurkan untuk 23 sekolah di wilayah SPPG Cikakak Banjarharjo.

“Selama suspend ini kita diberikan untuk evaluasi selama satu minggu,” dia menerangkan.

Adanya suspend tersebut, Diki menyebutkan pihaknya telah melakukan evaluasi sebelum menerima sanksi suspend tersebut. Terutama, evaluasi menyeluruh terkait alur dan pelaksanaan di dapur. “Kami akan selektif lagi dalam melakukan evaluasi menyeluruh. Hal ini agar tidak terjadi lagi kejadian yang serupa,” katanya.

Dia kembali menegaskan, terkait sanksi selama satu minggu ini pihaknya juga sudah memberikan sosialisasi kepada pihak sekolah untuk menyampaikan ke penerima manfaat bahwa selama satu minggu pihaknya berhenti beroperasi sementara.

“Kita juga sudah koordinasi dengan pihak sekolah terkait penjelasan pemberhentian distribusi sementara (selama seminggu),” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah wali murid dibeberapa desa, Kecamatan Banjarharjo mengeluhkan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat 27 Februari 2026 lalu. Di mana, wali murid menemukan belatung di salah satu menu MBG kemarin.

Salah seorang wali murid yang anaknya menerima menu MBG mengatakan, awal mula itu dirinya mengetahui adanya ulat di menu MBG dari saudaranya yang anaknya satu sekolahan dengan anaknya.

“Awalnya saya tahu itu dari saudara saya yang menyampaikan kalau ada ulat di menu MBG kemarin (pada tahu bakso),” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon genggamnya, Sabtu 28 Februari 2026.