Terkuak, Gedung Putih dan Epstein Mau Jatuhkan Paus Fransiskus!

Rencana Politik yang Mengejutkan antara Steve Bannon dan Jeffrey Epstein

JAKARTA – Pesan-pesan pribadi antara mantan penasihat strategis Gedung Putih, Stephen Kevin Bannon atau dikenal sebagai Steve Bannon, dan Jeffrey Epstein mengungkap rencana politik yang mengejutkan. Dalam percakapan mereka, keduanya pernah membahas strategi untuk menjatuhkan pemimpin tertinggi agama Katolik, mendiang Paus Fransiskus.

Dokumen-dokumen yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat menunjukkan bahwa Bannon memiliki ambisi untuk menggulingkan sang Paus. Dokumen tersebut dikenal dengan nama Epstein Files, yang menunjukkan bahwa Bannon ingin menjatuhkan Paus Fransiskus pada masa itu.

Ambisi Politik Bannon melawan Paus Fransiskus

Bannon melihat Paus Fransiskus sebagai penghalang bagi gerakan populisme nasionalis yang ia dorong. Ia bahkan memasukkan Paus dalam daftar musuhnya bersama tokoh global lain seperti Clinton, Xi Jinping, dan Uni Eropa. Bannon sangat kritis terhadap Fransiskus, yang ia anggap sebagai penentang visi ‘sovereigntist’-nya—sebuah bentuk populisme nasionalis yang semakin marak di Eropa pada 2018 dan 2019.

Pandangan Paus Fransiskus tentang migrasi dan anti-nasionalisme bertabrakan dengan ideologi Bannon. Dalam salah satu pesannya, Bannon menulis, “Kita akan menjatuhkan (Paus) Fransiskus.” Hal ini menunjukkan keinginan kuat Bannon untuk mengubah pandangan publik terhadap Paus.

Peran Epstein dalam Strategi

Epstein menjadi tempat Bannon berkonsultasi mengenai upaya propaganda terhadap Vatikan. Meskipun Epstein dikenal sebagai tokoh bermasalah dalam kasus kejahatan seksual, Bannon tetap menjalin komunikasi aktif dengannya. Dalam pesan-pesannya, Bannon merujuk pada buku tahun 2019 berjudul In the Closet of the Vatican (ITCOTV), karya jurnalis Prancis Frederic Martel, yang membongkar kerahasiaan dan kemunafikan di tingkat tinggi Gereja.

Dalam berkas Epstein, terdapat catatan bahwa pada 1 April 2019, Epstein mengirim email kepada dirinya sendiri dengan subjek “in the closet of the vatican,” lalu mengirim artikel kepada Bannon berjudul “Paus Fransiskus atau Steve Bannon? Umat katolik harus memilih,” yang dibalas Bannon dengan “pilihan yang mudah.”

Rencana Film dari Buku Martel

Berkas tersebut juga mengungkap rencana Bannon untuk melobi Epstein sebagai produser eksekutif untuk sebuah dokumenter rahasia. Bannon tertarik mengadaptasi buku karya Martel menjadi film. Dalam pesannya, Bannon menulis, “Kamu sekarang adalah eksekutif prodser untuk ‘ITCOTV’.” Ia ingin menggunakan buku dan cerita tersebut untuk menyerang Paus Fransiskus.

Namun, rencana Bannon membuat film dari buku Martel membuatnya kehilangan sekutu di Vatikan. Kardinal Raymond Burke, kritikus konservatif Fransiskus, menyatakan tidak setuju jika buku itu dijadikan film.

Upaya Menjatuhkan Paus

Di bagian lain dokumen, Epstein bercanda soal mengundang Paus Fransiskus ke kediamannya untuk ‘pijat’ saat kunjungan Paus ke Amerika Serikat pada 2015. Tiga tahun setelahnya, Epstein mengirim pesan kepada Bannon bahwa ia mencoba ‘mengatur perjalanan paus ke Timur Tengah.’

Epstein juga mengutip puisi Alkitab karya John Milton, Paradise Lost, dalam pesannya kepada Bannon. Pesan tersebut berbunyi, “Lebih baik berkuasa di neraka, daripada mengabdi di Surga.” Ini menunjukkan sikap Bannon yang keras terhadap Paus Fransiskus.

Penutup

Beberapa pihak telah memberikan tanggapan terkait isi Epstein Files. Jaksa Agung AS Pam Bondi dikritik pedas karena menutupi fakta-fakta penting. Sementara itu, putri mahkota Norwegia meminta maaf setelah namanya terungkap di Epstein Files. Deretan petinggi Eropa juga mundur terkait hubungan mereka dengan Epstein Files.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *