Pembalap Turki, Toprak Razgatlioglu, Menghadapi Tantangan Berat di MotoGP 2026
JAKARTA – Toprak Razgatlioglu, pembalap asal Turki yang baru saja menjuarai kejuaraan Superbike dua tahun terakhir, akan memulai debutnya di MotoGP 2026 bersama tim Pramac Yamaha. Meski memiliki bakat yang luar biasa, banyak pihak menganggap bahwa perpindahan ini akan menjadi tantangan besar baginya.
Alex Lowes, mantan rekan Toprak di WorldSBK, menyatakan keraguan terhadap kemampuan pembalap tersebut dalam beradaptasi dengan motor yang dianggap tidak kompetitif. Ia menilai bahwa Yamaha, sebagai pabrikan yang kalah dalam persaingan MotoGP, mungkin tidak memberikan dukungan yang cukup bagi Toprak untuk segera menunjukkan prestasi.
Lowes mengungkapkan bahwa situasi ini sangat berbeda dibandingkan dengan Marc Marquez, yang diberi motor terbaik oleh Ducati. Menurutnya, bahkan dengan motor yang lebih baik, Marquez pun kesulitan jika tidak cocok dengan kendaraannya. Hal ini membuatnya merasa sulit bagi Toprak untuk langsung sukses di musim pertamanya.
Tantangan dengan Rekan Setim yang Hebat
Salah satu tantangan utama yang akan dihadapi Toprak adalah adanya rekan setim yang sangat tangguh, yaitu Fabio Quartararo. Quartararo telah membuktikan kemampuannya sebagai juara dunia dan sangat nyaman dengan Yamaha sejak awal. Lowes menilai bahwa Quartararo bisa melampaui ekspektasi karena sudah terbiasa dengan motor tersebut.
Ia juga menekankan bahwa Toprak, meskipun memiliki bakat dan insting balap yang kuat, harus melakukan adaptasi yang signifikan. “Saya rasa ekspektasi akan menjadi hal terburuk bagi Toprak karena Fabio (Quartararo) fantastis,” ujarnya.
Perbandingan dengan Marc Marquez
Lowes juga membandingkan Toprak dengan Marc Marquez. Menurutnya, bahkan jika Toprak mengendarai motor Marc Marquez, ia mungkin tetap kesulitan bersaing. Sebaliknya, jika Marc Marquez mengendarai motor Superbike BMW, ia mungkin akan kesulitan mengalahkan Toprak. Perbedaan antara kedua olahraga ini menunjukkan betapa rumitnya proses adaptasi yang harus dilakukan oleh Toprak.
“Menurut saya, sekarang ini sudah sangat teknis sehingga motor yang tidak kompetitif – siapa pun Anda – tidak akan berpengaruh,” tambah Lowes.
Harapan untuk Masa Depan
Meski demikian, Lowes tetap mengakui bahwa Toprak memiliki sesuatu yang istimewa. Namun, ia menilai bahwa ada banyak faktor lain yang bisa memengaruhi kesuksesan Toprak di MotoGP. Mulai dari lingkungan di sekitarnya, peluang yang diperoleh, hingga mentalitas yang harus dipertahankan ketika situasi tidak berjalan baik.
Lowes berharap agar Toprak bisa tampil baik di musim depan dan menjaga kepercayaan dirinya. Ia juga menilai bahwa peluang Toprak untuk menunjukkan prestasi akan lebih seimbang ketika ban Pirelli digunakan dan aturan sedikit berubah.
Kesimpulan
Perpindahan Toprak Razgatlioglu ke MotoGP 2026 tentu merupakan langkah besar. Namun, tantangan yang dihadapi sangat berat, terutama karena motor yang digunakan dan kompetisi yang sangat ketat. Meski begitu, Lowes tetap berharap bahwa Toprak bisa membuktikan diri dan berkembang di musim berikutnya.











