Tubuh Beri Peringatan Bahaya saat Tidur, Ini 10 Tanda Stres Berlebihan

Tanda-Tanda Tubuh yang Menunjukkan Tingkat Stres Tinggi

JAKARTA – Tubuh manusia sering kali memberikan sinyal ketika tekanan mental dan emosional terus-menerus menumpuk. Bahkan saat tidur, tubuh bisa mengirimkan peringatan yang sangat jelas. Kebiasaan tertentu saat tidur bukanlah kebetulan, melainkan respons alami dari sistem saraf yang sedang dalam kondisi siaga.

Saat stres berlangsung dalam jangka panjang, sistem saraf cenderung terjebak dalam mode fight-or-flight, yaitu respons tubuh untuk menghadapi ancaman. Kondisi ini membuat tubuh kesulitan untuk benar-benar rileks, sehingga dampaknya muncul dalam bentuk gangguan tidur atau keluhan fisik tanpa sebab jelas.

Seorang ahli somatic exercise dan praktisi pemulihan trauma, Liz Tenuto, menjelaskan bahwa stres kronis sering kali “berbicara” melalui kebiasaan tidur. Jika seseorang mengalami setidaknya tiga dari sepuluh tanda berikut, itu bisa menjadi indikasi tingkat stres yang tidak biasa tinggi.

10 Tanda yang Mengindikasikan Stres Berlebihan

1. Terbangun dengan Tubuh Berkeringat

Bangun tidur dengan keringat berlebih bukan selalu disebabkan oleh suhu ruangan. Gejala ini bisa dipicu oleh stres dan gangguan kecemasan. Mayo Clinic menyebutnya sebagai night sweats.

2. Menggemeretakkan Gigi Saat Tidur

Kebiasaan menggertakkan gigi atau bruxism sering dikaitkan dengan tekanan emosional. Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat memicu gangguan sendi rahang.

3. Sering Mengalami Mimpi Buruk

Mimpi buruk berulang sering menjadi tanda adanya tekanan psikologis. Mayo Clinic menyebut stres, kecemasan, dan trauma sebagai pemicu utama mimpi buruk kronis.

4. Tidur dengan Posisi “Lengan T-Rex”

Posisi meringkuk menyamping dengan lengan terlipat ke dada dan tangan dekat leher dianggap sebagai tanda sistem saraf masih dalam kondisi siaga. Menurut Liz Tenuto, posisi ini sering muncul saat tubuh kesulitan keluar dari stres kronis.

5. Berbicara Saat Tidur

Meski terdengar ringan, kebiasaan ini bisa dipicu oleh pikiran yang belum tuntas akibat stres dan kecemasan berlebih.

6. Sering Berjalan Saat Tidur

Sleepwalking tidak hanya dialami anak-anak. Cleveland Clinic mencatat bahwa stres, kecemasan, trauma masa lalu, hingga PTSD dapat meningkatkan risikonya.

7. Mudah Terbangun di Tengah Malam

Tidur yang terputus-putus menandakan tubuh belum sepenuhnya rileks. Stres dapat memicu respons siaga sehingga tidur nyenyak sulit dipertahankan.

8. Sulit Terlelap

Kesulitan memulai tidur atau insomnia erat kaitannya dengan stres tinggi. Baylor College of Medicine menyebut hormon kortisol yang meningkat dapat mengganggu proses tidur.

9. Bangun Tidur Tetap Lelah

Meski durasi tidur cukup, tubuh yang berada dalam tekanan kronis sering gagal mendapatkan pemulihan optimal karena lonjakan hormon stres sepanjang malam.

10. Bangun dengan Nyeri dan Ketegangan

Stres membuat otot menegang secara refleks. American Psychological Association menyebut ketegangan otot sebagai respons alami stres yang bisa memicu nyeri saat bangun tidur.

Pentingnya Menyadari Sinyal Tubuh

Stres berkepanjangan membuat tubuh sulit keluar dari mode siaga. Jika beberapa tanda ini sering muncul, itu bisa menjadi peringatan bahwa tubuh sedang mengalami ketidakseimbangan serius.

Menyadari sinyal ini menjadi langkah awal penting sebelum stres berdampak lebih jauh pada kesehatan fisik dan mental. Dengan memahami tanda-tanda tersebut, seseorang dapat lebih proaktif dalam mengelola stres dan menjaga kesejahteraan secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *