Ragam  

Ular Berbisa: Spesies Paling Mematikan di Dunia

Ular dengan Bisa Paling Mematikan di Dunia

JAKARTA – Di antara berbagai jenis ular, banyak orang yang bertanya-tanya, ular apa yang paling berbahaya? Apakah itu kobra, mamba hitam, atau jenis lainnya? Jawabannya tidak selalu sederhana. Tingkat bahaya dari gigitan ular bergantung pada beberapa faktor, termasuk jenis bisa, jumlah bisa yang dikeluarkan, habitat ular, dan akses terhadap layanan kesehatan setelah digigit.

Inland Taipan: Ular dengan Bisa Terkuat

Jika hanya mengacu pada kekuatan bisanya, Inland Taipan (Oxyuranus microlepidotus) adalah ular paling berbisa di dunia. Dikenal juga sebagai “fierce snake” di Australia, satu gigitan Inland Taipan bisa membunuh hingga 100 orang dewasa. Bisa ular ini mengandung neurotoksin yang melumpuhkan otot dan menyebabkan gagal napas, serta hemotoksin yang merusak jaringan dan menghancurkan sel darah.

Nilai LD50 (dosis mematikan) dari bisa Inland Taipan sangat rendah, artinya hanya sedikit bisa yang dibutuhkan untuk membunuh setengah populasi hewan uji, biasanya tikus. Meskipun begitu, Inland Taipan jarang menemui manusia karena tinggal di daerah terpencil. Selain itu, infrastruktur kesehatan di Australia yang baik membuat belum ada laporan kematian akibat gigitan ular ini.

Ular Paling Mematikan dalam Kehidupan Nyata

Di dunia nyata, ular yang paling mematikan mungkin berbeda. Steven Seifert, direktur New Mexico Poison and Drug Information Center, pernah berkata, “Ular paling mematikan adalah yang menggigit Anda.” Bahaya ular tidak hanya ditentukan oleh kekuatan bisanya, tetapi juga seberapa sering manusia bertemu dengan ular tersebut dan kemampuan untuk mendapatkan pengobatan pasca-gigitan.

Russell’s Viper: Pembunuh Utama di India

Di India, Russell’s viper (Daboia russelii) menjadi salah satu penyebab kematian terbesar akibat gigitan ular. Bisa ular ini menyebabkan gagal ginjal akut, pendarahan hebat, dan kerusakan organ parah. Menurut studi tahun 2021 di jurnal PLOS Neglected Tropical Diseases, sekitar 58.000 orang meninggal setiap tahun akibat gigitan ular di India, sebagian besar disebabkan oleh Russell’s viper dan saw-scaled viper.

Saw-Scaled Viper: Ular yang Membunuh Diam-Diam

Saw-scaled viper adalah ular kecil yang tersebar di India, Afrika, dan Timur Tengah. Gigitannya menyebabkan pembekuan darah yang tidak normal, yang bisa berujung pada pendarahan internal dan gagal ginjal jika tidak segera diobati. Ular ini dikenal dengan suara mendesis khas saat menggosok sisiknya.

Black Mamba: Ular Paling Menakutkan di Afrika

Black Mamba (Dendroaspis polylepis) adalah ular yang paling menakutkan di Afrika. Dengan panjang hingga 2,5 meter dan kecepatan hingga 19 km/jam, ular ini bisa mengejar mangsanya dengan cepat. Bisanya mengandung neurotoksin yang memblokir sinyal saraf, menyebabkan kelumpuhan dan gagal jantung. Jika tidak segera ditangani, gigitan mamba hitam hampir selalu fatal.

Puff Adder: Pembunuh Diam-Diam di Afrika

Puff Adder adalah ular yang bertanggung jawab atas kematian terbanyak di Afrika. Dengan kemampuan kamuflase yang luar biasa, ular ini sering tidak terlihat oleh orang yang tanpa sadar menginjaknya. Gigitannya menyebabkan pembengkakan parah, kematian jaringan, dan pendarahan internal yang bisa berujung pada kematian.

Kobra: Ular yang Dihormati dan Ditakuti

Kobra tetap menjadi ular yang paling dikenal dan ditakuti di dunia. Ada sekitar 30 spesies kobra, termasuk king cobra (Ophiophagus hannah), ular berbisa terpanjang di dunia yang bisa mencapai 5,4 meter. King cobra memiliki racun neurotoksin yang bisa membunuh manusia dalam waktu 15 menit atau gajah dalam beberapa jam. Banyak spesies kobra memiliki ciri khas “berdiri” dan melebarkan hood saat merasa terancam.

Ular yang Paling Sering Menggigit Manusia

Meski inland taipan memiliki bisa paling kuat, ular yang paling sering berhubungan dengan manusia jauh lebih berbahaya. Di Australia, eastern brown snake bertanggung jawab atas sebagian besar kematian akibat gigitan ular. Di Afrika, saw-scaled viper dan black mamba adalah pembunuh utama, sementara di Asia Selatan, Russell’s viper dan kobra India sering kali menjadi penyebab kematian tinggi.

Mengapa Ular Memiliki Bisa yang Begitu Mematikan?

Bisa ular berevolusi selama jutaan tahun, bermula dari protein yang diproduksi di kelenjar sekresi nenek moyang ular. Bisa modern mengandung berbagai senyawa berbahaya seperti phospholipase, serine protease, metalloprotease, dan three-finger toxins. Setiap senyawa memiliki efek unik, seperti three-finger toxins yang mengganggu transmisi saraf, dan metalloprotease yang mencerna jaringan.

Ular Mana yang Paling Berbahaya?

Meski inland taipan memiliki bisa paling kuat, ular yang paling berbahaya bagi manusia bergantung pada faktor lain seperti frekuensi interaksi dengan manusia, lingkungan tempat tinggal, dan akses ke layanan kesehatan. Di India, Russell’s viper dan saw-scaled viper bertanggung jawab atas kematian terbanyak, sedangkan di Afrika, puff adder dan black mamba menjadi ancaman terbesar.

Ketika berhadapan dengan ular berbisa di alam liar, saran terbaik adalah biarkan mereka sendiri dan nikmati dari kejauhan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *