BREBES – Warga Brebes soroti kondisi gapura perbatasan atau gapura selamat datang Kabupaten Brebes di jalur nasional Pantura, tepatnya di wilayah Kecamatan Losari Jawa Tengah, perbatasan dengan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Hingga kini, gapura tersebut belum juga diperbaiki meski kerusakan terjadi sejak dua bulan lalu. Ato, warga Brebes, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Ia menilai pemerintah daerah sampai saat ini belum memperbaiki kerusakan yang terjadi di gapura selamat datang tersebut.
“Sudah dua bulan rusak, tapi belum ada perbaikan. Kami sedih melihatnya,” kata Ato, Minggu, (12/4/2026).
Menurut dia, Bupati Paramitha melalui dinas terkait harus segera melakukan renovasi. Pasalnya, gapura tersebut bukan hanya penanda batas wilayah, tetapi juga menjadi wajah pertama Kabupaten Brebes.
Gapura itu selama ini dikenal sebagai ikon sekaligus etalase daerah. Kondisinya yang tidak terawat dinilai dapat mengurangi kesan awal bagi masyarakat yang melintas.
Selain itu, kata Ato, gapura tersebut juga kerap menjadi daya tarik bagi pemudik, terutama saat libur Lebaran. Banyak pemudik memanfaatkannya untuk bersua foto. “Biasanya jadi tempat favorit pemudik untuk berfoto saat tiba di gapura perbatasan ini,” ujarnya.
Secara fisik, sejumlah tulisan pada gapura telah copot. Sementara cat pada struktur gapura tampak kusam dan memudar. Ato berharap Pemerintah Kabupaten Brebes segera mengambil langkah perbaikan. Ia menegaskan renovasi gapura merupakan kewenangan pemerintah daerah.
“Kami berharap segera direnovasi karena itu tanggung jawab Pemkab Brebes,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Brebes, M. Sodiq, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat mengatakan perbaikan akan dilaksanakan tahun ini. “Insya Allah tahun ini segera kita benahi,” ujar Sodiq.
Beranda
Headline
Warga Keluhkan Gapura Perbatasan di Jalur Pantura Losari Brebes Rusak dan Tak Terurus
Warga Keluhkan Gapura Perbatasan di Jalur Pantura Losari Brebes Rusak dan Tak Terurus






