Warga Keluhkan Jembatan Amblas Jalur Provinsi di Brebes Tak Kunjung Diperbaiki

Jembatan Amblas
Pengendara melintas di jembatan amblas di jalur provinsi, tepatnya di Jalan Raya Sitanggal Kecamatan Larangan. (Foto: Istimewa)

BREBES – Jembatan di ruas jalan provinsi Jatibarang-Ketanggungan Kabupaten Brebes, tepatnya di Desa Sitanggal Kecamatan Larangan amblas akibat kerap dilewati kendaraan besar. Diketahui, sejak beberapa bulan terakhir, kendaraan besar terpaksa melintas di jalur itu, imbas dari perbaikan jalan nasional Ketanggungan-Purwokerto.

Jembatan di jalur vital itu amblas sekitar 30 centimeter dengan kondisi gelagar jembatan di bawahnya patah. Meski sudah amblas, jembatan itu masih dilewati kendaraan yang membawa muatan melebihi kapasitas. Para pengendara pun harus ekstra hati-hati saat melintasi jembatan tersebut yang rawan ambrol.

Jembatan di jalur provinsi itu amblas sejak dua bulan lalu. Pihak Bina Marga Provinsi Jawa Tengah sempat melakukan penanganan beberapa pekan lalu, namun hanya sebatas tambal sulam aspal di atas jembatan yang berlubang. Warga pun mengeluhkan lambannya penanganan jembatan amblas tersebut.

“Ini bahkan sudah memakan korban, jembatan amblas dan juga penerangan minim di malam hari,” kata Untung, warga setempat yang setiap hari melintas di jembatan tersebut, Senin (9/3/2026).

Seorang pengendara sepeda motor, Kholidin (42) menyebutkan, para pengendara seringkali melakukan protes kepada pemerintah dan juga mengeluh di media sosial, namun tak kunjung mendapat respon dari pemerintah terkait. Dia mengungkapkan, tak sedikit pengendara yang mengalami kecelakaan di lokasi tersebut.

“Banyak yang sering jatuh, terutama pengendara sepeda motor. Ini karena amblasnya cukup dalam, ada 30 centimeter. Jadi kalau pengendara tidak tahu medan jalan ya sudah pasti celaka,” katanya.

Berdasarkan, pantauan di lokasi, secara teknis, kondisi jembatan sudah harus direhab sebagian atau rehab total, karena plat bawah sudah patah. Namun mendekati arus mudik Lebaran, perbaikan tidak akan cukup waktu. Selain penanganan darurat, juga harus ada rekayasa lalu lintas dari pihak terkait.