Warganet Kecemasan Telepon Spam dari Nomor Tak Dikenal, Ini Penyebabnya

Masalah Telepon Spam yang Mengganggu Masyarakat

JAKARTA – Telepon spam atau panggilan dari nomor tak dikenal sering kali menjadi masalah yang mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat. Tidak hanya berpotensi menjadi modus penipuan, telepon ini juga menyebabkan ketidaknyamanan dalam aktivitas harian.

Keluhan terhadap hal ini sering muncul di media sosial, dengan banyak pengguna mengeluhkan jumlah panggilan yang sangat tinggi dalam sehari. Seorang warganet dengan akun @tany** di media sosial X mengungkapkan pengalamannya dengan menerima hingga 40 panggilan spam dalam sehari.

Ia meminta solusi agar tidak lagi terkena gangguan tersebut. Unggahan ini mendapat respons luas, dengan lebih dari 530 komentar. Banyak orang mengakui mengalami hal serupa dan merasa terganggu oleh maraknya telepon spam.

Sofia (24), warga Wonogiri, juga mengaku hampir setiap hari menerima panggilan spam. Jumlahnya bisa mencapai belasan kali dalam sehari. Meskipun ia tidak selalu mengangkat panggilan, tetapi gangguan ini membuatnya harus mengaktifkan mode pesawat untuk mengurangi gangguan.

Penyebab Maraknya Telepon Spam

Maraknya telepon spam yang dikeluhkan masyarakat Indonesia bukan terjadi begitu saja. Fenomena ini mencerminkan masalah yang lebih dalam dalam ekosistem digital.

Direktur Riset Keamanan Siber CISSREC, Pratama Persada, menjelaskan bahwa telepon spam bukan sekadar gangguan komunikasi, melainkan indikator adanya masalah struktural dalam tata kelola data pribadi dan keamanan sistem informasi.

Menurut Pratama, salah satu penyebab utama maraknya telepon spam berkaitan erat dengan kebocoran data pribadi. Nomor telepon merupakan identitas digital bernilai tinggi karena bersifat unik, relatif permanen, dan menjadi pintu masuk ke berbagai layanan penting. Ketika terjadi kebocoran data, nomor ini menjadi target yang sangat menguntungkan bagi pelaku.

Kebocoran data sering terjadi di berbagai platform, mulai dari e-commerce, layanan keuangan, aplikasi pinjaman daring, asuransi, hingga layanan publik. Dalam banyak kasus, nomor telepon pengguna ikut terekspos dan kemudian diperjualbelikan di pasar gelap digital.

Selain faktor data, pelaku spam juga memanfaatkan sisi teknis teknologi komunikasi. Penggunaan autodialer dan teknologi voice over IP memungkinkan satu pihak melakukan ribuan panggilan dalam waktu singkat dengan biaya yang sangat rendah. Nomor yang digunakan pun kerap bersifat dinamis atau dipalsukan, sehingga sulit dilacak.

Cara Mengatasi Telepon Spam

Dari sisi penanganan, Pratama menekankan bahwa telepon spam perlu diatasi melalui pendekatan berlapis yang melibatkan banyak pihak, mulai dari individu, penyelenggara sistem elektronik, operator telekomunikasi, hingga regulator.

Pada level individu, kesadaran digital menjadi kunci. Pengguna perlu lebih disiplin dalam membagikan nomor telepon, memisahkan nomor pribadi dan publik, serta menolak akses kontak bagi aplikasi yang tidak relevan. Mengaktifkan fitur pemblokiran nomor tak dikenal atau menggunakan aplikasi penyaring spam juga dapat membantu mengurangi gangguan.

Pratama juga mengingatkan agar pengguna tidak berinteraksi dengan telepon spam. Menjawab panggilan, menekan tombol, atau membalas pesan suara justru menjadi sinyal bahwa nomor tersebut aktif dan layak ditargetkan kembali. Cara paling aman adalah mengabaikan dan memblokir.

Di sisi lain, peran operator telekomunikasi dinilai sangat strategis. Operator memiliki kemampuan untuk mendeteksi pola lalu lintas panggilan yang tidak wajar dan seharusnya bisa menerapkan sistem pemblokiran di tingkat jaringan. Pemblokiran di level operator jauh lebih efektif karena mencegah telepon spam sebelum sampai ke pengguna.

Dari perspektif kebijakan, maraknya telepon spam menunjukkan masih lemahnya perlindungan data pribadi dan penegakan hukum terhadap penyalahgunaan data. Tanpa sanksi yang tegas dan konsisten, kebocoran data akan terus berulang dan telepon spam hanya menjadi dampak paling kasatmata.

Prinsip minimalisasi data, pembatasan penggunaan data, serta kewajiban notifikasi kebocoran harus benar-benar dijalankan, bukan sekadar menjadi aturan di atas kertas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *