Waspadai Kamar Hotel di Atas Lantai 4!

Pentingnya Memilih Lantai yang Tepat Saat Menginap di Hotel

JAKARTA – Ketika memesan kamar hotel, banyak orang cenderung tidak terlalu memperhatikan posisi lantai tempat kamar mereka berada. Namun, hal ini bisa menjadi faktor penting dalam menentukan tingkat keamanan dan kenyamanan selama menginap. Sebaiknya, kita lebih waspada jika mendapatkan kamar di atas lantai empat.

Pakar risiko perjalanan sekaligus CEO TRIP Group, Lloyd Figgins, menjelaskan bahwa salah satu hal yang sering diabaikan adalah potensi kebakaran. Menurutnya, ketika tiba di hotel, kita berada di sebuah bangunan yang lingkungannya belum kita kenal dengan baik. Oleh karena itu, saat kebakaran terjadi, kita mungkin tidak tahu di mana letak pintu keluar darurat atau bagaimana cara keluar secara aman.

Menginap di lantai yang tidak terlalu tinggi dapat membantu meminimalisasi kepanikan dan risiko yang terjadi pada situasi darurat. Figgins menyarankan untuk lebih memilih antara lantai dua hingga empat hotel karena tangga para pemadam kebakaran biasanya tidak bisa mencapai lantai di atas itu.

Langkah Pencegahan untuk Menghadapi Kebakaran

Meskipun demikian, di lantai mana pun kita menginap, sebaiknya tetap melakukan tindakan pencegahan untuk mengantisipasi risiko bencana seperti kebakaran. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Selalu menghitung jumlah kamar yang berada di antara kamar kita dan tangga darurat.
  • Memilih hotel atau penginapan yang memiliki alarm asap terprogram dan sistem penyiraman api otomatis di setiap kamar.
  • Membaca rencana evakuasi yang tertera pada setiap kamar secara rinci.
  • Mencari tahu dua pintu keluar darurat yang terdekat dari kamar kita.
  • Menemukan alat pemadam kebakaran di lantai tempat kita menginap.

Keamanan dan Risiko di Lantai Bawah

Selain kebakaran, ada juga risiko lain yang perlu diperhatikan, yaitu kejahatan pencurian. Figgins menyarankan agar tamu tidak memesan kamar yang berada di bawah lantai dua. Alasannya, lantai di bawah itu lebih rentan menjadi sasaran pencuri.

Menurut Travel Survival Guide, tamu hotel dianjurkan untuk tidak menyebutkan nomor kamar saat berada di lingkungan hotel. Tamu juga idealnya meminta resepsionis untuk menuliskan nomor kamar mereka alih-alih menyebutkannya dengan suara keras. Hal ini karena di lobby atau sekitar meja resepsionis biasanya ada banyak tamu dan orang asing lain yang bisa mendengarkan percakapan kita.

Pencuri sering menargetkan orang-orang yang check in sendirian. Mereka akan mendengar letak kamar tamu disebut oleh resepsionis, misalnya kamar 301. Ketika mereka melihat tamu tersebut berada di bar atau restoran, mereka akan tahu bahwa kamarnya kosong dan aksinya cenderung tidak akan terganggu.

Figgins juga menjelaskan bahwa pada beberapa kasus, pencuri memiliki akses masuk ke kamar melalui orang dalam hotel. Misalnya, melalui staf kebersihan. Untuk mengurangi risiko ini, tamu yang khawatir bisa membawa pengganjal pintu atau door wedge saat bepergian. Meskipun pencuri memiliki kunci cadangan, pengganjal tersebut akan menghentikannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *