Perjalanan Kariernya yang Unik dan Tidak Terduga
JAKARTA – Nicolas Cage adalah salah satu aktor Hollywood yang memiliki kisah perjalanan karier yang menarik. Bukan karena ia selalu tampil dalam proyek-proyek besar atau terus-menerus sukses seperti Leonardo DiCaprio, tetapi justru karena kariernya sering naik-turun.
Ia bisa tiba-tiba muncul di film yang mendapat ulasan buruk, lalu beberapa waktu kemudian bermain di film indie yang populer di kalangan penggemar kultus, atau bahkan terlibat dalam film yang layak mendapatkan penghargaan Oscar.
Ini membuat Cage menjadi aktor yang sulit ditebak arah kariernya. Apalagi jika kita melihat filmografi awalnya. Cage ternyata sering memainkan peran utama dalam film komedi dan romcom. Jika kamu merasa tidak percaya, berikut ini lima film romcom lawas Nicolas Cage yang terlupakan.
1. Valley Girl (1983)
Valley Girl adalah salah satu film yang mengadaptasi premis Romeo dan Juliet lewat kisah cinta seorang gadis populer dan pemuda punk. Cage memerankan Randy, seorang pemuda bergaya punk yang kikuk. Pada sebuah pesta, ia tak sengaja bertemu dengan Julie (Deborah Foreman), gadis populer yang dari luar punya segalanya: berpenampilan menarik, pacar keren, dan teman-teman yang asyik.
Tak banyak yang tahu, itu semua ternyata tidak serta merta membuat Julie bahagia. Sampai ia bertemu Randy yang membuatnya memikirkan ulang pilihan hidupnya. Valley Girl adalah film ringan, tetapi cukup jeli mengeksplorasi isu-isu menarik seperti peer pressure dan hubungan toksik.
2. Moonstruck (1987)
Nicolas Cage juga pernah terlibat dalam film romcom 80-an lain bernama Moonstruck. Ia memerankan Ronny, seorang pemuda yang jatuh cinta pada tunangan kakaknya sendiri. Cinta segitiga ini dikemas dengan latar belakang kultural yang menarik, yaitu komunitas imigran Italia di New York. Ronny adalah pemuda uring-uringan yang belum bisa memaafkan sang kakak, Johnny (Danny Aiello) gara-gara sebuah insiden fatal di masa lalu.
Saat Johnny akan menikah, ia mengirim sang tunangan, Loretta (Cher) untuk mengundang sang adik. Namun, pertemuan ini justru mengubah dinamika hubungan ketiganya. Film ini kocak dengan subplot yang gak kalah seru dan akhir yang melegakan bagi semua pihak. Moonstruck sering disebut sebagai salah satu film romcom terbaik Nicolas Cage.
3. Vampire’s Kiss (1988)
Menonton Cage terlibat dalam film-film nyentrik memang tidak aneh, apalagi jika kamu menonton beberapa proyek terbaru sang aktor. Namun, pada 1980-an yang merupakan awal kariernya, orang mencibir keputusan Cage yang nyeleneh. Salah satu film yang dimaksud adalah Vampire’s Kiss.
Dalam film horor komedi tersebut, Cage dipilih menjadi Peter, seorang agen penerbitan yang perlahan menjadi vampir setelah menghabiskan malam dengan sesosok perempuan misterius. Dikenal narsistik dan flamboyan, transformasi itu membuat Peter terisolasi dan kehilangan rutinitasnya. Ia kesulitan beraktivitas di siang hari dan tidak bisa lagi merayu perempuan seperti yang biasa dilakukannya. Kocak, kacau, aneh, tetapi kini berlabel cult-classic.
4. It Could Happen to You (1994)
Dalam It Could Happen to You, Nicolas Cage memerankan Charlie, seorang anggota polisi yang burnout soal pekerjaan dan pernikahannya. Saat jam istirahat, ia sering nongkrong di sebuah diner dan berkawan baik dengan salah satu pramusaji bernama Yvonne (Bridget Fonda). Seperti Charlie, Yvonne juga terjebak dalam pernikahan toksik.
Satu hari, mereka sepakat membeli lotre dan membagi uangnya sama rata jika berhasil menang. Benar saja, mereka dapat durian runtuh gara-gara lotre itu. Namun, uang itu secara perlahan menyingkap diri mereka sekaligus orang-orang di sekitar mereka. Saat pasangan masing-masing mulai mengancam dan mengungkit uang itu, mereka bekerja sama untuk menyelamatkan diri.
5. The Family Man (2000)
Dalam The Family Man, Cage memerankan Jack, seorang banker sukses. Ia merasa sudah puas dengan hidupnya, kariernya bagus, dan ia bisa hidup nyaman. Sampai satu malam, ia mengalami sebuah insiden yang membuatnya mempertanyakan pilihan hidupnya. Keesokan harinya, ia terbangun di sebuah kondisi yang asing.
Bukan di apartemen mewah yang biasa ia tempati, ia terbangun di sebuah rumah sebagai suami dan ayah. Istrinya tak lain adalah mantan kekasih yang ia tinggalkan belasan tahun lalu saat memprioritaskan kariernya. Menyertakan elemen fantasi, The Family Man menjadi film kontemplatif yang sukses secara komersial.
Melihat film-film romcom lawas Nicolas Cage yang terlupakan seperti ini jadi bukti betapa versatilnya rentang akting sang aktor. Ini juga menjawab mengapa Cage tidak canggung saat mendapat peran eksentrik dalam film-film independen.








