53 Sekolah Rakyat Siap Diresmikan, Infrastruktur dan Kurikulum Dikebut Jelang Tahun Ajaran Baru

Sekolah Rakyat
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau us Ipul. (Foto: MPI)

JAKARTA – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa sajauh ini, 53 lokasi telah siap untuk memulai program Sekolah Rakyat yang dijadwalkan beroperasi pada Tahun Ajaran 2025/2026.

Proses persiapan terus berlangsung. Dalam beberapa hari ke depan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan para gubernur, bupati, dan wali kota untuk memastikan semua persiapan dilakukan secara paralel.

“Data terus berkembang, dalam 2-3 hari mendatang kami akan berkoordinasi dengan para kepala daerah untuk memastikan semua persiapan berjalan lancar,” kata Gus Ipul, sapaan akrabnya, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 11 Maret 2025.

Lebih lanjut, Gus Ipul menekankan bahwa pelaksanaan Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada kurikulum, namun juga pada kesiapan infrastruktur yang memadai.

Ia menjelaskan, sekolah-sekolah yang dipilih harus memenuhi standar kelayakan, yang mencakup fasilitas seperti asrama, ruang kelas, tempat ibadah, kantin, hingga fasilitas olahraga.

“Lima puluh tiga lokasi ini telah memenuhi syarat, seperti ketersediaan asrama, ruang kelas, tempat ibadah, kantin, dan sarana olahraga yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan belajar,” tambahnya.

Selain itu, Gus Ipul menyebut, berbagai tim kementerian terkait sedang mematangkan berbagai aspek penting dari program ini. Seperti pengembangan kurikulum, rekrutmen tenaga pengajar, penyediaan sarana dan prasarana, serta pengawasan dan tata kelola sekolah.

Dalam waktu dekat, pemerintah akan mengumumkan rincian lebih lanjut mengenai jumlah siswa per sekolah serta alokasi anggaran yang diperlukan.