TEGAL – Sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Tegal terpaksa menghentikan operasionalnya sementara waktu. Penutupan ini terjadi karena anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum juga turun.
Akibatnya, ribuan siswa penerima manfaat di sejumlah sekolah tidak mendapatkan layanan makan bergizi gratis selama beberapa hari terakhir.
Salah satu dapur SPPG yang tutup berada di bawah naungan Yayasan Samudera Bahari Sejahtera di Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat. Pantauan di lokasi menunjukkan dapur dalam kondisi sepi tanpa aktivitas. Para relawan yang biasanya menyiapkan makanan bergizi tidak terlihat, sementara kendaraan operasional SPPG terparkir dan tidak digunakan.
Penutupan dapur ini sudah berlangsung sejak beberapa hari lalu. Ketiadaan anggaran operasional dari BGN membuat pengelola tidak dapat melanjutkan distribusi MBG ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
Sekretaris Daerah Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyanto, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Program MBG, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut saat ini terdapat dua dapur SPPG di Kota Tegal yang tidak beroperasi sementara karena anggaran dari BGN belum turun.
“Pemkot Tegal saat ini tengah melakukan mitigasi dengan berkoordinasi langsung dengan Koordinator Wilayah BGN di Tegal untuk mencari solusi atas permasalahan ini,” ujar Agus.
Menurutnya, sesuai dengan regulasi yang berlaku, mitra BGN tidak diperbolehkan menggunakan dana talangan untuk menjalankan program MBG, meskipun yayasan pengelola memiliki kemampuan dana sementara.
Sementara itu, tidak semua dapur SPPG di Kota Tegal mengalami kendala serupa. Beberapa dapur yang baru beroperasi mengaku masih dapat menjalankan program MBG. Salah satunya adalah dapur SPPG milik Yayasan Sinar Kasih Mandiri di Kelurahan Tegalsari.
Ketua Yayasan Sinar Kasih Mandiri, Ari Andrian Sutrisno, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan proposal anggaran untuk periode Januari hingga 31 Desember 2026. Pada tahap awal operasional, dapur tersebut menyalurkan 1.000 porsi MBG per hari, sesuai dengan ketentuan dari BGN.
“Untuk sementara kami masih berjalan sesuai regulasi yang ditetapkan BGN,” katanya.
Di Kota Tegal sendiri, tercatat ada dua dapur SPPG yang tutup sementara. Para pengelola berharap anggaran dari BGN segera dicairkan agar sekitar 4.000 siswa penerima manfaat dari enam sekolah dapat kembali memperoleh layanan Makan Bergizi Gratis.
Anggaran BGN Belum Turun, Dua Dapur SPPG di Kota Tegal Terpaksa Tutup
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Sinergi Lintas Sektor Penting untuk Keberhasilan Dapur Makan Bergizi Gratis JAKARTA – Dapur Makan Bergizi…

Program Makan Bergizi Gratis Menjangkau Jutaan Warga JAKARTA – Setahun sudah Presiden Prabowo Subianto dan…

Ratusan Siswa Terkena Keracunan Setelah Konsumsi Makanan Gratis di Sekolah PALU – Sebanyak puluhan siswa…

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Sebagai Prioritas Utama Pemerintahan Prabowo JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto…

Sekolah Rakyat Ancol Belum Merasakan Manfaat Program Makan Bergizi Gratis JAKARTA – Sekitar 110 siswa…







