Bagaimana Jika Amerika Tidak Pernah Ditemukan?

Bagaimana Jika Columbus Gagal Menemukan Amerika?

JAKARTA – Bayangkan jika kapal Christopher Columbus tidak pernah sampai di daratan Amerika. Sejarah dunia mungkin akan berjalan dengan cara yang sama sekali berbeda. Pada tahun 1492, Columbus berlayar ke arah barat dengan harapan menemukan jalur baru menuju Tiongkok dan Asia Selatan. Namun, alih-alih sampai di Asia, ia justru “menabrak” dunia baru — benua Amerika — dan mendarat di Kepulauan Karibia.

Meski bukan orang Eropa pertama yang mencapai belahan barat (Viking sudah lebih dulu tiba di Newfoundland sekitar 500 tahun sebelumnya), ekspedisi Columbus-lah yang membuka jalan bagi kolonisasi besar-besaran Eropa di Dunia Baru. Namun, bagaimana jika perjalanan itu gagal total — misalnya kapal-kapalnya tenggelam atau awaknya terpaksa berbalik arah sebelum mencapai Karibia?

Beberapa sejarawan berpendapat bahwa pelayaran Columbus memang gagal dalam arti tertentu. Douglas Hunter, seorang peneliti independen dengan gelar doktor sejarah, menjelaskan bahwa Columbus tidak pernah berhasil membuktikan jalur barat menuju Asia. Meskipun begitu, Columbus tetap bersikeras bahwa tanah yang ia temukan adalah bagian dari Asia, meski bukti yang ada jelas menunjukkan sebaliknya.

Siapa yang Akan “Menemukan” Dunia Baru?

Suku-suku asli telah menempati benua Amerika setidaknya sejak 23.000 tahun lalu. Namun, kedatangan bangsa Eropa terjadi jauh kemudian. Jika Columbus gagal mencapai Dunia Baru, para ahli sepakat bahwa cepat atau lambat orang Eropa lain tetap akan sampai ke sana.

Pada 1480-an, eksplorasi Samudra Atlantik sudah terbukti menguntungkan. Produk seperti gula, ikan kod, minyak paus, gading narwhal, emas Afrika Barat, hingga budak dari Islandia dan Afrika menjadi komoditas penting. Maka, mendarat di sisi barat samudra hanyalah soal waktu.

Negara Mana yang Kemungkinan Lebih Dulu Sampai?

Menurut Geoffrey Symcox, profesor emeritus sejarah dari UCLA, Portugal bisa saja menjadi pihak pertama jika Spanyol menyerah setelah kegagalan Columbus. Ia menyatakan bahwa jika Spanyol tidak mencoba lagi, kerajaan Portugal akan segera mengambil alih. Portugal pada masa itu memang sudah aktif menjelajahi pantai Afrika dan telah menjangkau jauh ke Samudra Atlantik hingga menaklukkan Azores dan Madeira.

Symcox menambahkan bahwa Raja Portugal tahu betul ambisi Spanyol dan pasti akan bergerak cepat untuk mencegah langkah-langkah Spanyol berikutnya. Namun, Fernández-Armesto memiliki pandangan lain. Ia menilai Spanyol tetap memiliki peluang terbesar karena Kepulauan Canary, yang dikuasai Spanyol dan menjadi titik keberangkatan Columbus, adalah lokasi paling strategis berdasarkan arah angin untuk pelayaran ke barat.

Sejarah Dunia yang Bisa Berbeda

Jika memang Portugal yang tiba lebih dulu di Dunia Baru, Douglas Hunter memperkirakan bahwa Perjanjian Tordesillas tahun 1494 — yang membagi wilayah Atlantik antara Spanyol dan Portugal — mungkin tak akan pernah terjadi. Jika Portugal lebih dulu mendarat di Dunia Baru, mereka tidak akan merasa perlu berbagi dengan Spanyol.

Selain itu, penaklukan besar abad ke-16 oleh tokoh-tokoh Spanyol seperti Hernán Cortés terhadap Kekaisaran Aztec dan Francisco Pizarro terhadap Inca mungkin tak akan terjadi dalam bentuk yang sama. Meski begitu, Hunter menilai kemungkinan besar penaklukan serupa tetap akan dilakukan oleh penjelajah Portugis.

Sebaliknya, jika Spanyol tetap menjadi pihak pertama seperti yang diyakini Fernández-Armesto, perbedaan sejarah mungkin tidak akan terlalu besar. Ia menyatakan bahwa kemungkinan perbedaan sejarahnya kecil dan keterlambatannya pun tidak signifikan.

Dunia Berbahasa Portugis?

Namun ada satu hal yang bisa berubah drastis: bahasa. Jika Portugislah yang pertama mendarat di Amerika, bisa jadi bahasa Portugis akan menjadi bahasa dominan di belahan barat dunia, jauh melampaui pengaruhnya yang kini terbatas di Brasil. Nama-nama tempat juga akan berbeda. Tidak akan ada “Colombia” atau “District of Columbia” di Amerika Serikat, sebab nama Columbus tak akan pernah mendunia.

Hunter bahkan berandai-andai, jika dua saudara Pinzón — yang menjadi nakhoda kapal Niña dan Pinta dalam armada Columbus — berhasil mencapai Dunia Baru setelah kegagalannya, mungkin saja nama mereka yang akan diabadikan di peta Amerika.

Nasib Penduduk Asli Amerika

Namun, satu hal yang tak berubah dalam skenario apa pun adalah nasib tragis penduduk asli Amerika. Kontak dengan bangsa Eropa hampir pasti akan membawa wabah penyakit dan penaklukan brutal yang menghancurkan peradaban lokal. Meski begitu, bangsa-bangsa pribumi tidak pernah benar-benar lenyap. Mereka bertahan, melawan, dan hingga kini terus melestarikan bahasa serta kebudayaan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *