BREBES — Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum yang dimanfaatkan Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, untuk turun langsung menyapa warganya.
Bukan sekadar kunjungan seremonial, ia menapaki desa demi desa. Total 44 desa di 17 kecamatan ia datangi dengan membawa bantuan, sekaligus membangun kedekatan yang hangat dengan masyarakat.
Setiap sore, suasana desa berubah menjadi ruang temu yang akrab. Dalam agenda “Ngabuburit Bareng Warga”, Paramitha hadir tanpa sekat. Ia duduk bersila, bercengkerama, mendengarkan cerita warga, hingga ikut membagikan takjil dan sembako.
Sementara malam harinya, ia melanjutkan langkah ke desa lain untuk mengikuti Tarawih Keliling (Tarling), berbaur dalam saf salat bersama masyarakat. Rangkaian kegiatan ini dimulai pada Selasa (24/2/2026) di Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda, Kecamatan Sirampog.
Di sana, Paramitha bersama Wakil Bupati Wurja menyerahkan bantuan paket sembako dari Baznas dan PMI Kabupaten Brebes untuk anak yatim, piatu, dan kaum duafa.
Penyerahan itu disaksikan langsung oleh pengasuh pondok, KH Sholahudin Masruri. Dari titik awal tersebut, perjalanan berlanjut ke berbagai pelosok Brebes hingga akhir Ramadan.
Dalam sehari, ia bisa mengunjungi dua hingga tiga desa, mengisi sore dengan kebersamaan, dan malam dengan ibadah.
Di Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, kebersamaan itu terasa begitu dekat.
Paramitha duduk di antara warga, membagikan kurma dengan tangannya sendiri. Saat malam tiba, ia berdiri sejajar dalam saf tarawih, tanpa pembatas antara pemimpin dan masyarakat.
“Ramadan mengajarkan kita untuk merasakan denyut nadi masyarakat. Saat kita duduk sama rendah dengan rakyat, di situlah kita memahami bahwa kebijakan harus lahir dari empati, bukan angka anggaran,” ujarnya.
Tak hanya menjangkau warga secara umum, kegiatan ini juga menyasar daerah terdampak bencana.
Sejumlah desa seperti Sridadi di Kecamatan Sirampog, Adisana di Kecamatan Bumiayu, dan Randusari di Kecamatan Losari yang dilanda banjir turut menjadi perhatian.
“Kami ingin memastikan pemerintah hadir di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang sedang menghadapi ujian bencana,” kata Paramitha.












