BREBES – Senja di sejumlah desa di Kabupaten Brebes selama Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 ini terasa berbeda. Di tengah aktivitas warga menunggu waktu berbuka, sosok Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, hadir langsung menyapa masyarakat dari satu wilayah ke wilayah lain.
Tak sekadar kunjungan formal, Paramitha memilih menghabiskan waktu sorenya dengan cara yang sederhana namun bermakna: duduk bersama warga. Dari Kecamatan Salem hingga Larangan dan Losari, ia berbaur dengan masyarakat, terutama kaum ibu, mendengarkan cerita mereka tanpa sekat.
“Ramadan ini, saya lebih banyak menghabiskan sore di tengah warga, ngabuburit bareng. Duduk bareng ibu-ibu, tanya langsung apa yang dibutuhkan, dengarkan cerita mereka tanpa buru-buru,” ungkapnya.
Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan pemerintah dengan masyarakat. Dalam suasana santai menjelang berbuka, berbagai aspirasi muncul secara alami—mulai dari kebutuhan ekonomi hingga harapan akan pelayanan publik yang lebih baik.
Melalui program Wardoyo, ratusan paket sembako disalurkan langsung kepada warga. Namun, yang membedakan, bantuan tersebut tidak sekadar dibagikan, melainkan diserahkan secara personal. Ada percakapan, tawa, hingga jabat tangan hangat yang mengiringi setiap penyaluran.
Bahkan cuaca tak menjadi penghalang. Di beberapa kesempatan, kegiatan tetap berlangsung meski diguyur hujan. Kebersamaan yang terjalin justru memperkuat kedekatan antara pemimpin dan warganya.
Memasuki malam hari, agenda berlanjut dengan salat tarawih berjamaah di desa-desa. Kehadiran bupati di tengah masyarakat pada momen ibadah ini menambah nuansa kebersamaan yang kental selama bulan suci.
Kini, Ramadan pun berakhir.
Paramitha menyampaikan harapan agar nilai-nilai yang telah dijalani selama sebulan penuh tidak ikut berlalu bersama waktu.
“Bagi yang sudah merayakan Idul Fitri, taqabbalallahu minna wa minkum. Bagi yang masih menjalani hari terakhir puasa, semoga ditutup dengan amal terbaik,” ujarnya.
Lebih dari sekadar rutinitas tahunan, Ramadan kali ini menjadi ruang perjumpaan yang hangat antara pemimpin dan masyarakat. Sebuah momentum yang tak hanya menghadirkan bantuan, tetapi juga membangun kedekatan, empati, dan rasa saling memiliki.
Dan ketika bulan suci itu benar-benar pergi, yang tersisa bukan hanya kenangan, melainkan harapan—agar kepedulian, kesabaran, dan keikhlasan tetap hidup dalam keseharian, hingga Ramadan berikutnya kembali menyapa.
Bupati Paramitha Isi Ramadan 1447 H dengan Mendekatkan Diri ke Tengah Masyarakat

Rekomendasi untuk kamu

Pemerintah berencana membuka pendaftaran CPNS November 2026. Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut rekrutmen untuk menggantikan PNS pensiun dan memenuhi kebutuhan program prioritas.

Pemerintah dan DPR sepakat mengangkat seluruh PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu mulai 1 Januari 2027. Kebijakan berlaku untuk guru, tenaga kesehatan, Damkar, Satpol PP hingga tenaga teknis.

Sultan HB X Sentil Wacana Pajak Tukang Cukur hingga Tukang Pijat: Jangan Semua Dipajaki Seperti VOC!
Sri Sultan HB X menyindir wacana perluasan pajak hingga jasa tukang cukur dan tukang pijat. Ia meminta pemerintah menerapkan pajak secara proporsional dan tidak membebani rakyat kecil.

BREBES – Pemerintah Kabupaten Brebes memperketat pengawasan terhadap kepala sekolah negeri. Sebanyak 40 kepala sekolah…








