Gandeng Pelajar, Polres Brebes Gelar E-Sport Championship 2026, Ratusan Tim Ramaikan Ajang Bergengsi

E-sport Brebes
Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah menyerahkan hadiah kepada juara E-Sport Championship 2026 yang diinisiasi Polres Brebes bersama Pemerintah Kabupaten Brebes. (Foto: Istimewa)

Deklarasi ini menjadi simbol kuat bahwa e-sport bukan sekadar permainan, tetapi juga sarana pembentukan karakter generasi muda.

Wadah Positif dan Pencegahan Kenakalan Remaja

Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah menegaskan, kegiatan ini bukan hanya turnamen biasa, melainkan bagian dari strategi pembinaan generasi muda di Kabupaten Brebes.

“Kami ingin e-sport menjadi wadah kegiatan positif bagi pelajar. Anak-anak bisa berprestasi, memiliki mental kompetitif yang sehat, serta terhindar dari pengaruh negatif seperti narkoba dan tawuran,” kata Lilik, Minggu (5/4/2026) siang.

Kapolres Brebes menambahkan, deklarasi Kamtibmas menjadi langkah preventif agar generasi muda tidak mudah terpengaruh berita hoaks maupun ujaran kebencian yang dapat merusak masa depan.

“Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus digelar setiap tahun sebagai ruang ekspresi dan prestasi bagi pelajar,” jelas Lilik.

Melalui kegiatan ini, Polres Brebes berharap dapat menciptakan generasi muda yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat, sportif, dan bertanggung jawab.

E-sport pun kini bukan lagi sekadar hiburan, melainkan telah menjadi ruang kompetisi sehat, sarana edukasi digital, serta jembatan menuju prestasi di tingkat yang lebih tinggi.

“Dengan semangat kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat, E-Sport Championship 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun generasi Brebes yang cerdas, kreatif, dan berintegritas di era digital,” tegas Lilik.


Ratusan Tim Ikut Bertanding

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Brebes AKP Rachmat Wibowo Budi Pratama, mengungkapkan tingginya animo peserta dalam kejuaraan ini. Sebanyak 136 tim ikut ambil bagian, dengan rincian 94 tim Mobile Legends dan 42 tim Free Fire.

Setiap tim terdiri dari lima pemain, yang sebagian besar merupakan pelajar dari berbagai sekolah di Brebes. “Antusiasme pelajar sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa e-sport memiliki potensi besar sebagai wadah pembinaan sekaligus prestasi generasi muda,” pungkas Rachmat.