Tips Menggunakan Air Panas Saat Mencuci Pakaian
JAKARTA – Mencuci pakaian dengan air panas sering kali dianggap sebagai cara efektif untuk menghilangkan noda yang sulit, seperti lumpur, lemak, dan minyak.
Selain itu, air panas juga mampu membunuh kuman dan bakteri yang menempel pada pakaian, terutama pada pakaian yang digunakan setelah sakit. Namun, meskipun memiliki keunggulan tersebut, tidak semua jenis pakaian dapat dicuci dengan air panas.
Jessica Ek, pakar binatu dan Wakil Presiden Asosiasi di American Cleaning Institute (ACI), menjelaskan bahwa air panas cocok digunakan untuk mensterilkan dan merawat barang yang rentan terhadap kuman, seperti handuk dan pakaian bayi.
Sementara itu, Rechelle Balanzat, CEO perusahaan jasa binatu Juliette, menekankan bahwa air dingin lebih ramah terhadap pakaian karena lebih lembut dan mencegah kerusakan, sehingga membuat pakaian tetap awet dan tidak mudah rusak.
Namun, ada beberapa bahan pakaian yang sebaiknya tidak dicuci dengan air panas karena bisa merusak tekstur dan warna. Berikut ini adalah beberapa jenis pakaian yang tidak boleh dicuci dengan air panas:
1. Pakaian Wol dan Kasmir
Pakaian dari bahan wol dan kasmir membutuhkan perhatian ekstra saat dicuci. Jika mencuci dengan air panas, serat wol dapat saling menempel secara permanen dan menyebabkan pakaian menyusut, mirip seperti pakaian boneka.
Matt O’Connor, CEO jasa binatu NoScrubs Laundry Delivery, menjelaskan bahwa pencucian dengan air panas juga dapat menyebabkan kain menggumpal. Untuk menjaga kualitasnya, sebaiknya gunakan air dingin atau hangat-hangat kuku dengan mode lembut pada mesin cuci.
2. Pakaian Berbahan Halus
Bahan-bahan seperti sutra, renda, polyurethane (PU Leather), viscose, nilon, poliester, dan rayon sangat rentan rusak jika dicuci dengan air panas. Pencucian dengan air panas dapat menyebabkan kain mudah rusak, menyusut, dan kehilangan kilau serta warnanya.
Balanzat menyarankan penggunaan detergen lembut dan air dingin untuk membersihkan pakaian berbahan halus ini.
3. Pakaian Olahraga dan Pakaian Dalam
Meski pakaian olahraga dan dalam sering kali menyerap keringat dan kuman, tidak semua pakaian olahraga dapat dicuci dengan air panas. Bahan elastis seperti spandeks, nilon, lycra, dan jersey akan kehilangan keelastisannya jika dicuci dengan air panas.
Hal ini dapat menyebabkan pakaian menjadi kaku dan warna memudar. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan air dingin saat mencuci pakaian olahraga dan dalam.
4. Pakaian Gelap dan Berwarna
Warna pakaian gelap dan cerah sangat rentan memudar jika dicuci dengan air panas. Warna-warna seperti hitam, biru tua, abu-abu tua, merah, kuning, dan jingga bisa kehilangan ketajamannya.
Untuk menjaga keawetan warna, sebaiknya gunakan air dingin saat mencuci pakaian berwarna cerah atau gelap. Selain itu, bahan denim juga bisa menyusut dan pudar jika dicuci dengan air panas.
5. Handuk dengan Jumlah Benang Tinggi
Handuk dengan jumlah benang tinggi biasanya digunakan di hotel mewah dan spa. Meskipun air panas bisa membantu membunuh kuman, mencuci handuk ini dengan air panas dapat membuatnya kehilangan tekstur dan kemampuan menyerap air.
Ek menyarankan penggunaan pembersih atau detergen yang mengandung antibakteri untuk membersihkan handuk tanpa merusak kualitasnya.
Dengan memperhatikan jenis bahan pakaian yang digunakan, Anda dapat menjaga keawetan dan kualitas pakaian tanpa harus terlalu bergantung pada air panas. Memilih metode pencucian yang tepat akan membantu menjaga pakaian tetap bersih, nyaman, dan tahan lama.







